DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
PASAL I: LATARBELAKANG SITUASI MASA KINI
- KONSENSUS PADA PERIODE SESUDAH PERANG
- Gerakan Neo-orthodox
- Ditekankannya Alkitab di luar gerakan neo-orthodox
- Akibat-akibat gerakan kritik-historis
- Ciri-ciri keneo-orthodoxan
- Kesimpulan
- BEBERAPA TANDA-TANYA YANG DIAJUKAN BELAKANGAN INI
- Persoalan-persoalan kritik-historis belum terpecahkan
- Betulkah Alkitab harus dibaca sebagai keseluruhan?
- Reaksi terhadap berkhotbah secara exegetis
- Persoalan-persoalan tentang exegesis di kalangan "oikumenis"
- Reaksi terhadap pendapat bahwa "Alkitab merupakan landasan Kesatuan"
- Diskusi tentang metode-metode hermeneutik
- Kesimpulan Sementara
- Reaksi merupakan fenomena yang terbatas
- Fenomena tampak terutama di kalangan yang berbahasa Inggris
- Terbatas pada minoritas
- Terutama berpengaruh di antara generasi muda
- Bukan penolakan terhadap Alkitab
- Pokok-pokok ketegangan yang dirasakan
- Kesimpulan
PASAL II. BEBERAPA KONSEP YANG BERPENGARUH
- PENGILHAMAN
- FIRMAN ALLAH
- KEWIBAWAAN
- Konsep "kewibawaan" menunjukkan "hubungan"
- Keuntungan-keuntungan dalam memakai konsep kewibawaan
- Keberatan-keberatan terhadap konsep kewibawaan
- Krisis kewibawaan di dunia modern
- "Kewibawaan" disamakan dengan "keotoriteran"
- Konsep kewibawaan yang "lunak" dan yang "keras"
- Istilah "kewibawaan" biasanya diartikan secara keras atau hukumiah
- Akar-akar konsep kewibawaan
- Konsep kewibawaan tidak sesuai dengan kerangkaian/struktur pemikiran teologis modern
- "Kewibawaan. Alkitab" sebagai pengalaman perorangan dan sebagai prinsip umum
- FUNGSI
- Keuntungan-keuntungan dalam memakai konsep fungsi"
- Keberatan-keberatan terhadap konsep "fungsi"
- PENUTUP
PASAL III. RELATIVISME-ANTAR-KEBUDAYAAN DAN KERADIKALAN BARU
- PENDAHULUAN
- CIRI-CIRI KERADIKALAN BARU
- Ditekankannya situasi modern
- Peranan Alkitab bagi orang Kristen modern
- Penolakan terhadap konsep struktur kewibawaan extern
- Relativisme-antar-kebudayaan
- Penolakan terhadap ide kekonstanan tabiat manusia
- Perbandingan relativisme-antar-kebudayaan dengan teologia Bultmann
- Kepekaan terhadap keganjilan-keganjilan yang implisit dalam konsep kewibawaan Alkitab
- Kepekaan terhadap unsur kebetulan dalam proses pembentukan kanon
- Ditekankannya situasi modern
- LANGKAH-LANGKAH PERTAMA DALAM MENDISKUSIKAN KERADIKALAN BARU
- TANGGAPAN SEMENTARA TERHADAP KERADIKALAN BARU
- Unsur kekuatan: protes terhadap keganjilan-keganjilan yang implisit termaktub dalam konsep kewibawaan Alkitab
- Unsur yang kurang kuat: ditekankannya relativisme-antar-kebudayaan
- Apakah ada alternatif terhadap keradikalan baru itu?
- Sanggupkah keradikalan baru itu menghasilkan suatu teologia yang positif?
PASAL IV. ALKITAB SEBAGAI BAHAN KESUSASTERAAN
- ALKITAB SEBAGAI MITOS-DASAR AGAMA KRISTEN
- Definisi "mitos" sebagai kategori kesusasteraan
- Unsur faktualitas dan unsur kesusasteraan dalam Alkitab
- Ditekankannya unsur kesusasteraan tidak timbul dari ketidak-percayaan
- "Mitos-mitos kesusasteraan": Terjadinya dunia, Kelahiran Tuhan Yesus, Kebangkitan Tuhan Yesus
- Pemakaian bahan Alkitab secara liturgis dan secara meditatif
- Typologi dan alegorisasi
- Pendekatan "apresiasi kesusasteraan" sebagai milik-bersama gereja dan masyarakat
- Pendekatan teologis dan pendekatan "apresiasi kesusasteraan" saling melengkapi
- TIGA KEMUNGKINAN PENDEKATAN TERHADAP PENYELIDIKAN ALKITAB
- PEMAKAIAN ALKITAB SECARA LITURGIS DAN MEDITATIF
- ALKITAB SEBAGAI BAHAN PUITIS-SIMBOLIS
- Penilaian terhadap pendekatan puitis-simbolis
- PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENGAPRESIASIAN KESUSASTERAAN UMUM
- Pendapat D.E. Nineham
- Beberapa tanggapan terhadap pendapat D.E. Nineham
- "Tafsiran yang paling tepat atas karangan kesusasteraan ialah karangan kesusasteraan itu sendiri"
- "Tiap-tiap karangan kesusasteraan mengandung kemajemukan makna"
- Keberatan terhadap penentuan "makna definitif" karangan kesusasteraan
- Jalan tengah: Kemajemukan makna dalam batas-batas tertentu
- Hubungan "makna untuk masa lampau" dan "makna untuk masa kini"
- KESIMPULAN-KESIMPULAN
PASAL V. PERISTIWA DAN PENAFSIRAN: ALKITAB SEBAGAI BAHAN KETERANGAN
- PENDAHULUAN
- ALKITAB SEBAGAI BAHAN KESAKSIAN UTAMA TENTANG "PERISTIWA-PERISTIWA PENYELAMATAN"
- KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP PENDAPAT BAHWA ALKITAB MERUPAKAN "KESAKSIAN TENTANG PERISTIWA-PERISTIWA PENYELAMATAN"
- Konsep "Alkitab = Kesaksian" tidak membuktikan kedefinitifan kanon Alkitab
- Konsep tentang rentetan "peristiwa penyelamatan" mempersempit lapangan karya Allah dalam sejarah atau dunia
- Status Alkitab sebagai sumber historis tidak menjamin kewibawaannya sebagai norma teologis
- Nisbah antara peristiwa dan penafsirannya
- Konsep "peristiwa penyelamatan" dan penentuan skriptura
- Konsep "peristiwa penyelamatan" tidak membuktikan kedefinitifan kanon
- Banyak bahan Alkitab yang bukan laporan peristiwa
- Ada tafsiran-tafsiran alternatif tentang peristiwa-peristiwa tersebut, disamping tafsiran Alkitabiah
- Bukan "peristiwa beserta penafsirannya" yang merupakan norma, melainkan teologia Alkitab
- Argumentasi tentang "peristiwa-peristiwa penyelamatan" bersifat a priori
- KESIMPULAN
PASAL VI. PERANAN ALKITAB DALAM BIDANG TEOLOGIA
- TEOLOGIA ALKITAB SEBAGAI TEOLOGIA STANDARD
- Alkitab mengandung unsur teologia
- Pusat perhatian beralih dari "Alkitab sebagai sumber keterangan" kepada "cara-pemikiran pengarang Alkitab"
- Nisbah antara teologia dan rekonstruksi sejarah
- Apakah teologia wajib dibangun atas dasar Alkitabiah?
- Berbagai kemungkinan tentang bentuk atau kerangkaian teologis
- Teologia sebagai perumusan iman Kristen dalam bahasa dan kategori-kategori pemikiran modern
- Pengenaan norma (Alkitab) dalam proses berteologia
- Hubungan hermeneutis antara skriptura dan teologia
- "Kekhasan" pola-pola pemikiran Alkitabiah
- Keseluruhan Alkitab dan bagian-bagiannya
- Pemakaian Alkitab secara "agamawi" dan relevansinya untuk teologia
- BEBERAPA POLA TENTANG PENGARUH ALKITAB TERHADAP TEOLOGIA
- Penggolongan cara-cara pemakaian Alkitab dalam argumentasi, menurut "pola-pola logis"
- Penggolongan menurut konteks-konteks aktual di mana Alkitab dipakai
- Penggolongan menurut isi bahan Alkitab
- Rumusan-rumusan teologis dan non-teologis
- Rumusan-rumusan yang berdasarkan pengetahuan-langsung, dan yang bukan demikian
- Pembedaan maksud-umum dan detail-detail perõkop
- Pembedaan inti-maknawi perikop dan bentuk-lahiriahnya
- Pembedaan "ipsissima verba" Allah atau Yesus dan FirmanNya yang dilaporkan
- PENUTUP
PASAL VII. DASAR UNTUK MEMBANGUN
- FAKTOR-FAKTOR SITUASI MASA KINI BERKENAAN DENGAN MASALAH STATUS ALKITAB
- PRINSIP-PRINSIP DASAR TENTANG STATUS ALKITAB DALAM TEOLOGIA MODERN
- PROSES PEMBENTUKAN SKRIPTURA
- PENGARUH PROSES PEMBENTUKAN SKRIPTURA TERHADAP STATUS ALKITAB
- Prinsip-prinsip umum
- Pokok-pokok yang mendetail
- Mutu-kesusasteraan Alkitab
- Pembentukan skriptura adalah proses manusiawi
- Unsur ketak-sempurnaan dan distorsi dalam Alkitab
- Hubungan konsep "penyataan" dan konsep "pola-klasik"
- Alkitab sebagai "sabda Israel" atau "sabda tokoh-tokoh gereja-awal"
- Hubungan "pola-klasik" dan berakhirnya proses penyataan
- Pandangan Alkitab sendiri tentang status Alkitab
- "Penyataan berbentuk pengalimatan" dan "penyataan perorangan"
- "Penyataan Diri Allah" dan status-logis pengalimatan Alkitab perlulah dibedakan
- Pemisahan yang salah
- Penyerangan-penyerangan terhadap konsep "penyataan berbentuk rumusan-rumusan informatoris"
- Masalah pokok: fungsi "rumusan-rumusan informatoris" yang sebenarnya
- "Penyataan berbentuk pengalimatan" dan fundamentalisme
- Kesimpulan
- Nisbah skriptura dan tradisi
- Efek-efek negatif ide "kewibawaan Alkitab"
- Alkitab perlu dibaca secara kritis, karena mengandung unsur distorsi
- Masalah "pengilhaman tradisi"
PASAL VIII. TEOLOGIA DAN PENAFSIRAN
- PEMIKIRAN TEOLOGIS HARUS BERSIFAT KONSTRUKTIF
- PERANAN ALKITAB DALAM HOMILETIKA
- Alkitab menjadi "pola-klasik" dalam pelaksanaan tugas homiletik
- Keutamaan "mitos-dasar" atas "kerangkaian teologia" dalam pengkhotbahan
- Pemanfaatan distorsi-distorsi Alkitab dalam pengkhotbahan
- Perlukah khotbah berlandaskan Alkitab?
- Pada prinsipnya, sebaiknyalah demikian
- Bahan Alkitabiah dalam liturgi itu perlu diuraikan dalam khotbah
- Dalam uraian berdasarkan situasi kontemporer, dasar Alkitabiah adalah implisit
- Kemajemukan metoda homiletik sejajar dengan kemajemukan corak teologia
- Dua pertimbangan praktis mengenai uraian-uraian berdasarkan situasi kontemporer
- PENERAPAN BAHAN KUNA KEPADA JAMAN MODERN
- KEORTHODOXAN DAN KEBIDATAN
PASAL IX. PEMBATASAN DAN PENYELEKSIAN
- PENDAHULUAN
- PEMBENTUKAN DAN PEMBATASAN-JUMLAH KITAB-KITAB DALAM ALKITAB
- PENYELEKSIAN DAN PENGATURAN BAHAN ALKITAB SECARA INTERN
- Pengaruh tradisi gerejani atau akademis terhadap penilaian dan penafsiran bahan Alkitabiah
- Ketidak-rataan bahan-bahan Alkitabiah
- Pengakuan-iman-pengakuan-iman sebagai sarana pengaturan bahan Alkitabiah
- Usaha "teologia Alkitabiah" untuk mengatur bahan Alkitab
- Pengutamaan tema-tema tertentu dalam Alkitab
- "Kanon-inti" dan "bahan-inti"
- "Titik-titik penyambung"
- Pengaruh kritik-historis terhadap proses penyeleksian
- Nisbah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
- Kecenderungan modern untuk menurunkan derajat Perjanjian Lama
- Kaitan kecenderungan tersebut dengan sikap "fundamentalis"
- Pada prinsipnya, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sederajat, dan berdiri sendiri-sendiri
- Perbedaan fungsi antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
- "Allahnya Israel" dan "Yesus dari Nazaret"
- Apakah sepatutnya riwayat Yesus dihisabkan kepada Perjanjian Baru atau kepada Perjanjian Lama?
PASAL X. KATA DAN MAKNA, HURUF DAN ROH
- PENAFSIRAN HARFIAH
- "Harfiah" tidak identik dengan "fundamentalis"
- Penafsiran harfiah yang langsung menyelidiki obyek-obyek yang disinggung dalam nats (Sudut A dalam segitiga)
- Pendekatan harfiah, bila Alkitab dianggap naskah-teologia kesusasteraan (Sudut B dan C dalam segitiga)
- Masalah pokok bukanlah "penafsiran harfiah" melainkan "penafsiran yang mendetail"
- KESIMPULAN UMUM
- Keilhaman: Skriptura diilhamkan, namun berstatus "mungkin salah" juga
- Firman Allah: Alkitab adalah kristalisasi tradisi umat Allah dan sarana penyampaian Firman Allah
- Kewibawaan: konsep kewibawaan kurang sesuai dengan cara berfungsinya struktur teologia modern
- Fungsi: Konsep fungsi dapat membina saling-pengertian, dan sesuai juga dengan kemajemukan teologia modern
- Landasan Kesatuan Alkitab
CATATAN KAKI
Alkitab di Dunia Modern
(The Bible in the Modern World)
Prof. James Barr
Terjemahan Dr. I.J. Cairns
BPK/8331086/7
Penerbit BPK Gunung Mulia, 1979
Kwitang 22, Jakarta Pusat
sumber :media.isnet.org

Tidak ada komentar:
Posting Komentar