oleh : Mushab bin Umair
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Segala puji bagi Allah yang tidak ada tuhan selain Dia. Yang menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya dan Yang memerintahkan kepada manusia untuk saling berkasih sayang.
Shalawat serta salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya.
Allah berfirman :
"Dia-lah (Allah) yang memperkuat dirimu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang Mukmin. Dan Dia yang mempersatukan hati mereka (orang-orang Mukmin). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka"
(Q.S Al-Anfal : 62-63).
Mencintai sesama mukmin dan membina persaudaraan dengan mereka merupakan salah satu hal yang amat mulia dan harus diutamakan.
Satu persaudaraan yang tidak memandang warna kulit, asal daerah, fikrah, partai, golongan, suku ataupun kelompok.
Satu persaudaraan yang terjalin atas dasar aqidah dan keimanan.
Satu persaudaraan yang terbina karena Allah dan merupakan tali iman yang paling kuat.
Satu persaudaraan yang menjadikan bumi ini bersinar dengan cahaya dan rahmat dari penciptanya yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dikarenakan amat sangat pentingnya hal ini, maka Allah dan rasul-Nya memberikan kabar gembira kepada para pelakunya dengan jaminan pahala, kecintaan dan keutamaan yang begitu besar. D
alam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman :
“Cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling bersilaturahim karena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling menasihati karena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling memberi karena Aku”
Dan dalam hadits lainnya, beliau bersabda :
"Suatu hari, seseorang melakukan perjalanan untuk mengunjungi saudaranya yang tinggal di suatu kampung. Maka Allah mengutus seorang Malaikat untuk mencegat di suatu tempat di tengah-tengah perjalanannya. Ketika orang tersebut sampai di tempat tersebut, Malaikat bertanya: “Hendak ke mana engkau?” Ia menjawab: “Aku hendak mengunjungi saudaraku yang berada di kampung ini.” Malaikat kembali bertanya: “Apakah kamu punya kepentingan duniawi yang diharapkan darinya?” Ia menjawab: “Tidak, kecuali kerana aku mencintainya karena Allah.” Lantas Malaikat itu berkata: “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang dikirim kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah telah mencintaimu seperti engkau mencintai saudara-mu.”
(H.R Muslim)
Begitu juga dalam satu hadits Qudsi yang juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman :
"Orang-orang yang saling mencintai demi keagungan-Ku akan diberikan padanya mimbar dari cahaya yang dicemburui oleh para Nabi dan syuhada.”
Subhanallah, betapa tinggi derajat orang-orang yang bersaudara karena Allah. Betapa mulianya mereka yang mencintai saudaranya karena Allah. Dan sudah sepantasnyalah jika hal ini menjadi satu tujuan dan keinginan dari setiap pribadi muslim sehingga kemuliaan, kecintaan dan keutamaan dari Allah dapat diraih.
Rasulullah sendiri mengajarkan kepada kita bagaimana caranya agar persaudaraan ini dapat terbina dan merekat erat diantara sesama mukmin. Diantaranya adalah :
1. Saling menolong
"Barangsiapa memberi pertolongan akan keperluan saudaranya, maka Allah selalu menolongnya dalam keperluannya.”
(H.R Bukhari dan Muslim)
2. Saling melapangkan kesusahan dan memberikan kemudahan
"Barangsiapa yang melapangkan suatu kesusahan dari beberapa kesusahan seseorang Mu'min di dunia, maka Allah akan melapangkan untuknya suatu kesusahan dari berbagai kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada seseorang yang kesukaran, maka Allah akan memberikan kemudahan padanya di dunia dan di akhirat.
(H.R Muslim)
3. Saling menutupi aib
Barangsiapa yang menutupi aib seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat.”
(H.R Muslim)
4. Tidak saling mengkhianati, mendustai dan menghinakan
"Seorang Muslim adalah saudaranya orang Muslim yang lain. Janganlah ia berkhianat kepada saudaranya itu dan jangan pula mendustainya, juga jangan menghinakannya - juga enggan memberikan pertolongan padanya bila diperlukan.”
(H.R Tirmidzi)
Tidak ada yang lebih indah dan kekal daripada persaudaraan karena Allah. Persaudaraan yang tidak hanya sebatas di dunia saja tapi juga di akhirat nanti.
Tapi, satu hal yang harus betul-betul kita sadari, bahwa persaudaraan ini bukanlah persaudaraan antar mukmin yang berasal dari satu daerah, satu fikrah, satu partai, satu golongan, satu suku ataupun satu kelompok.
Persaudaraan ini adalah benar-benar satu ikatan yang hanya berdasarkan kepada keimanan kepada Allah dan saling mencintai karena-Nya. Yang hanya berdasarkan kepada satu kalimat “tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”.
Bukankah Allah telah memerintahkan kepada kita semua....tanpa terkecuali.... untuk berpegang pada tali yang sama....ikatan yang sama...yaitu tali Allah?
Bukankah Allah telah mengingatkan kita untuk tidak bercerai berai?
Dan bukankah Allah telah berjanji bahwa Allah akan mempersatukan hati kita semuanya dan menjadikan kita bersaudara sebagaimana Allah sebutkan di dalam Al-Quran :
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."
(Q.S Ali-'Imran : 103)
Akankah kita berada dibarisan terdepan dalam memenuhi perintah-Nya untuk selalu berpegang pada tali yang sama?
Akankah kita berada dibarisan terdepan untuk menyatukan kembali hati yang tercerai berai?
Dan akankah kita berada dibarisan terdepan untuk menyambut janji Allah bahwa Dia kelak akan mempersatukan hati2 kita dan menjadikan kita semua bersaudara?
Semoga Allah menyatukan hati-hati kita dan mengumpulkan kembali kita semua di surga-Nya. Amin.
"Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan diatas dipan-dipan"
(Q.S Al-Hijr : 47)
sumber : postingan di Myquran.org
Latest
Labels
- Al Qur'an (210)
- Allah (16)
- Debat (65)
- English (13)
- Hadist (51)
- Hukum (19)
- INFO DARI KAMI (4)
- Indonesian (4)
- Islam (35)
- Ketuhanan (2)
- Kristologi (52)
- Menjawab tuduhan (87)
- Muhammad saw (64)
- Muslimah (13)
- New (48)
- Penelitian Muslim (25)
- Penilitian Ilmiah (4)
- Perbandingan Agama (7)
- Sejarah (54)
- Tafsir (6)
- Tantangan Muslim (32)
- Tentang FFI (15)
- Tokoh Muslim (33)
- Tragedi Palestina (36)
- Yahudi (46)
- berita (34)
- berita mualaf (301)
- berita muslim (155)
- bible (103)
- buku (23)
- buku Dr. Maurice Bucaille (36)
- ebook (56)
- karya mualaf (3)
- kisah Rohani (12)
- refleksi (51)
- software (5)
- ustadz Menjawab (7)
Featured author
admin
PostsAdmin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam.
Slider[Style1]
Style2
Style3[OneLeft]
Style3[OneRight]
Style4
Style5[ImagesOnly]
Style6
Tagged with: refleksi
Tentang admin
Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jaringan
- Popular Post
- Video
- Category
Popular Posts
-
Oleh Muhammad Rizky Para pembaca rahimakumullah Dalam catatan ini bukan niat untuk menghakimi TAPI saya ingin mengulas dan meluruskan...
-
Kenapa lukisan wajah asli Nabi Muhammad tidak ada? jawaban simple-nya: saat Nabi Muhammad SAW hidup, tidak ada seorang pun yang pern...
-
Oleh: KH Abdullah Gymnastiar Allah Maha Tahu apapun yang kita lakukan, tidak ada yang tersembunyi. Segala amal sangat ditentukan pada...
-
Oleh : Rizky Muhammad Penggugat Islam menulis : Islam lahir sekitar abad ke 7 masehi di tana arab (tahun 632 Masehi dst ) saudara saud...
-
Qs 17:36 وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar