Bagian 1
Tanggapan tentang Al Quran menjiplak hasil penemuan Ilmuwan Yunani
Pernyataan para misionaris bahwa embriologi yang diterangkan dalam
ayat-ayat Al Quran menjiplak (plagiarize) hasil penemuan ilmuwan Yunani
kuno, maka informasi tentang embrilogi yang ada dalam ayat-ayat Al Quran
harus ditolak. Karena ada informasi dalam Al Quran yang tertolak, maka
Al Quran bukanlah wahyu dari Allah !!
Tuduhan bahwa Nabi Muhammad saw
menjiplak hasil penelitian ilmuwan Yunani kuno adalah suatu tuduhan
yang seruis, oleh sebab para misionaris harus mempu secara factual
membuktikan dgn bukti-bukti konkrit!!
Menanggapi masalah tsb diatas perlu ditegaskan terlebih dahulu difinisi dari menjiplak (plagiarize)
Menurut Webster dictionary, menjiplak(plagiarize) adalah kegiatan
menyalin secara utuh (to copy) hasil karya/pemikiran orang lain untuk
kepentingan diri sendiri tanpa menghiraukan kepentingan nara sumbernya.
Untuk membuktikan tuduhan misionaris tsb, berikut adalah informasi hasil penelitian ilmuwan Yunani kuno tentang embrio.
1.1 Embriologi menurut Hippocrates
Hippocrates (460 – 377 SM) adalah tabib berkebangsaan Yunani dan
pendiri sekolah pengobatan Hippocrates. Ilmu embrologi yang disusun oleh
Hippocrates terdiri dari tiga buku yaitu the treatuse on Regimen, The
work on the seed dan The Nature of the Child (copy right : Hippocratic
wrtings, Penguin Classic, 1983)
Ringkasan embriologi menurut Hippocrates
Makhluk
hidup tersusun dari dua unsur utama yaitu : air dan api. Pembentukkan
embrio dilakukan oleh api. Saripati makanan embrio berasal dari makanan
& nafas dari ibunya. Embrio terbentuk secara simultan. Embrio
mengembang & terlihat nyata pada kurun yg bervariasi (40 hari, yang
lain menyebutkan 2,3 atau 4 bulan). Kedua pasangan mempunyai sperma yg
sama yaitu sperma wanita dan pria. [/b][/i]Sperma[/i][/b] berasal
(diproduksi) dari seluruh tubuh dari pasangan orang tua, sperma lemah
berasal dari bagian tubuh yg lemah, sperma kuat berasal dari bagian
tubuh yg kuat.
Embrio diberi makanan melalui darah ibunya. Darah menggumpal,
membentuk daging embrio. Tulang tumbuh keras krn pengaruh panas. Kepala
terbentuk dari bagian atas pundak/bahu, sedangkan tangan bagian atas dan
bawah tumbuh dari bagian samping pundak/bahu. Mulut janin terbuka.
Hidung dan telinga berasal dari daging[/i][/b] dan kemudian berlubang.
Mata terisi oleh cairan bening. Organ kelamin berubah menjadi datar.
Tubuh bagian atas bernafas melalui mulut dan lubang hidung. Saluran
pengeluaran terbentuk dari perut dan usus melalui anus. Periode
artikulasi (periode dimana anggota badan terdiferensiasi) berlangsung
selama 42 hari utk embrio wanita dan 30 hari utk embrio pria. Prosess
pertumbuhan tumbuhan dan manusia adalah tepat sama. Makanan dapat
mempengaruhi pertumbuhan embrio.
1.2 Embriologi menurut Aristoteles
Aristoteles (384 – 322 SM) adalah seorang filosof dan ilmuwan Yunani
yg menulis lebih dari 400 buku dari berbagai cabang ilmu pengetahuan..
Kompilasi bukunya tentang masalah embryologi dirangkum dalam sebuah buku
yang berjudul On the Generation of Animals. Dalam buku ini Aristoteles
menjelaskan tentang embryo binatang, binatang beranak/menyusui, dan
binatang berdarah dingin. (Ogle, W. Aristotle on Parts of Animals, Kegan
Paul, Lodon, 1882).
Ringkasan embriologi menurut Aristoteles
Konsep
pembentukan embrio[i] berasal dari [i]koagulasi darah menstruasi. Tahap
perkembangan embrio sama dengan tahap perkembangan ragi. Proses
pertumbuhan embrio sama dengan proses pertumbuhan bibit tanaman yang
ditanam di tanah. Embrio tumbuh dan berkembang mulai dari dinding
jantung dan diteruskan ke seluruh bagian tubuh. Pembentukan bagian tubuh
yang sama dipengaruhi oleh pemanasan dan pendinginan. Beberapa bagian
embrio diatur oleh pengaruh dingin dan beberapa bagian lainnya diatur
oleh pengaruh panas.
Pengaruh dingin mengatur pertumbuhan daging,
sedangkan pengaruh panas (fire) melarutkannya. Kuku, tanduk, kuku
binatang dan cakar terbentuk dari panas penguapan cairan. Urat daging,
otot dan tulang terbentuk melalui pengerasan cairan oleh pengaruh panas
dari dalam. Pemanasan dan pendinginan keduanya berpengaruh terhadap
proses penciptaan (creation) embrio.
Tubuh bagian atas adalah bagian
yang tumbuh sempurna lebih dulu, sedangkan tubuh bagian bawah akan
menyusul sesuai dengan waktu berjalan. Pada tahap awal pembentukan,
semua bagian embrio secara garis besar dapat terlihat. Setelah itu,
bagian embrio tersebut akan berwarna-warni, melunak dan mengeras.
Jantung adalah bagian tubuh semua hewan yang pertama kali terbentuk.
Suhu dingin berpengaruh terhadap terbentuknya otak. Janin laki-laki
terbentuk pada bagian kiri rahim, sedangkan janin perempuan terbentuk
dari bagian kanan rahim.
1.3 Embriologi menurut Galen
Galen (129-199 AD) adalah seorang tabib dan pendidik yang idenya mendominasi dunia pengobatan sampai zaman Renaissance.
Ringkasan embriologi menurut Galen
Ada sesuatu kekuatan yang berasal dari material primitive yang tak
berbentuk dan mengubahnya menjadi bentuk yang berbeda. Pengaruh dari
kekuatan tersebut terbagi menjadi tiga yaitu : (1) kejadian, (2)
pertumbuhan, (3) nutrisi. Embrio tidak dipikirkan terbentuk dari
kombinasi dari darah mentruasi dan cairan semen. Tali pusar berfungsi
sebagai akar. Pertumbuhan embrio dibagai menjadi empat tahap; (1)tahap
pertama : tahap kejadian dimulai dari sesuatu yang tak berbentuk seperti
yang terlihat pada pembedahan ataupun aborsi. (2) tahap kedua : tahap
pengisian darah pada daging dimana yang meyebabkan terbentuknya tiga
bagian tubuh utama yaitu jantung, hati dan otak, kemudian disebut
sebagai janin.
(3) tahap ketiga : tahap dimana semua bagian tubuh
terpolakan dan bagian tubuh tersebut tampak jelas sebagai bayangan
gelap. Bentuk jantung, hati dan otak terlihat lebih jelas dibandingkan
anggota badan lainnya, tangan bagian atas dan bawah tumbuh dari bagian
samping pundak/bahu. (4) tahap keempat : adalah tahap dimana anggota
badan akan tampak nyata.. Tahap keempat atau tahap terakhir dimana semua
bagian dari anggota badan terdiferensiasi, pada tahap ini Galen tidak
lagi menyebutnya sebagai janin, tapi disebut sebagai bayi. Seperti pada
tumbuhan tali pusar berfungsi sebagai akar. Embrio bernafas melalui tali
pusar, mengeluarkan urine melalui cairan ketuban dan terus keluar
melalui selaput ari. Janin berjenis kelamin laki-laki dan perempuan
terbentuk pada dinding rahim yang saling berlawanan. Cairan semen wanita
membentuk selaput arid dan koagulasi cairan semen pria dan wanita dalam
rahim membentuk pembuluh darah.
Darah embrio mengalir melalui
jantung ke paru dan bukan sebaliknya. Bernafas dilakukan melalui tali
pusar. Kotoran embrio dikeluarkan melalui selaput ari. Janin berjenis
laki-laki diyakini terbentuk lebih cepat dibandingkan janin berjenis
kelamin perempuan. Makanan dapat mempengaruhi pertumbuhan embrio.
Makanan kering yang dimakan oleh ibu, dipercaya mempercepat pertumbuhan
janin.
1.4 Embriologi menurut kitab Talmud Yahudi (Dr. Omar Abdul Rehman)
1. Tahap pertama : tahap awal 0 – 1,5 bulan
2. Tahap kedua : tahap pembentukan janin.
3. Tahap ketiga : tahap pra pembentukan bayi (1,5 – 4 bulan)
4. Tahap keempat : tahap pembentukan bayi (4 – 7 bulan)
5. Tahap kelima : tahap dimulainya kehidapan bayi
6. Tahap keenam : tahap akhir; pembentukan bayi sempurna
1.5 Embriologi menurut Al Quran (Dr. Omar Abdul Rehman)
Menurut Al Quran pembentukan Embrio dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu :
1.
Nuftah : tahap awal pembentukan embrio dan mencakup periode waktu
percampuran antara ovum dan sperma, selanjutnya peleburan sel jantan dan
betina tersebut membentuk zygote di dalam rahim (uterus). Dalam periode
ini zygote terus membelah diri dan menjadi bentuk yang lebih kompleks.
2.
Khalaqna atau Takhliq : tahap kedua pembentukan embrio, atau disebut dg
periode organogenesis. Dimulai dari minggu ketiga dan berakhir pada
minggu kedelapan dari masa kehamilan. Pada tahap ini sel terus membelah
diri dan membentuk organ manusia dan systemnya. Tahap kedua ini dibagi
menjadi beberapa subsistem yaitu Alaqa, Mudgah, Izam dan Lahm.
Masing-masing tahap mendriskripsikan pertumbuhan embrio secara
komprehensif.
3. Ansha ‘na or Nash ‘ah: Tahap ketiga atau tahap akhir
pembentukan janin. Dalam tahap ini sel membelah diri secara cepat,
melakukan diferensiasi, dan terus tumbuh menjadi bentuk manusia
sempurna.
Ringkasan embriologi menurut Al Quran (Dr. Omar Abdul Rehman)
Nutfah
(QS Qiyaamah 37) “Bukankah ia dahulu berasal dari sel sperma dan air
mani yang dipancarkan”. (QS Mu’minun 13) “Kemudian kami simpan sel
sperma dan air mani itu kedalam tempat yang kokoh (rahim)”.
Alaqah (QS Qiyaamah 38) “Kemudian sperma dan air mani itu menjadi
segumpal darah (berbentuk seperti lintah)”. (QS Mu’minun 14) “Kemudian
sperma dan air mani itu Kamijadikan segumpal darah (berbentuk seperti
lintah)”
Mudghah (QS Infithaar 7) “Allah yang telah menciptakan kamu
lalu….., (QS Qiyaamah 38) “Allah yang telah menciptakan kamu…,(QS
Mu’minun 14) “Kemudian kami jadikan segumpal darah itu (berbentuk
seperti lintah) kami jadikan segumpal daging (Mudghah)….
Izam (QS
Infithaar 7) “……..menyempurnakan kejadianmu, (QS Qiyaamah 38) “…Allah
menciptakannya dan menyempurnakannya“, (QS Mu’minun 14) “……dan segumpal
daging (Mudghah) itu kami jadikan tulang belulang(Izam).
Lahm[/b[ (QS
Infithaar 8) [b]“……dan membentuk tubuhmu sesuai dengan yang Dia
kehendaki, (QS Qiyamaah 38) “….lalu Allah menyempurnakannya, (QS
Mu’minun 14) “….kemudian kami bungkus tulang belulang itu dengan daging
(lahm : otot daging)
Nash’ah (QS Infithaar 8) “….Dia menyusun
tubuh-tubuhmu, (QS Qiyamah 39) “ .. Allah menjadikannya sepasang
laki-laki dan perempuan“, (QS Mu’minun 14) “…Kami jadikan makhluk yang
berbentuk lain…..
Perbandingan embriologi menurut Al Quran dan Galen (Dr. Omar Abdul Rehman)
Keautentikan dan keunikan Quran dipertanyakan dengan mengkalim bahwa
Nuftah menjiplak teori yang dikembangkan oleh Galen tentang cairan semen
yang tak berbentuk. Dr. Omar menjelaskan, dalam Quran tidak dijelaskan
tentang Nuftah sebagai cairan semen yang tak berbentuk, tetapi
mendiskripsikan Nuftah sebagai setitik cairan secara detail bila
dibandingkan dengan hasil observasi Galen.
Dalam Quran dan Hadis
dijelaskan bahwa Al Nuftah Al Amshaj adalah campuran dari cairan yang
mengandung sel jantan dan betina.. Selanjutnya Quran menyebutkan Nuftah
dan tempat penyimpanannya, tiga lapis kegelapan, ekstraksi sempurna,
Khalaqah (kreasi), Qadarah pemrogramman, diterminasi seksual, konsep
dari Nuftah, Al-Ghaydh dan Al Harth atau implementasi disebutkan dalam
Quran. Selanjutnya menurut Dr Omar, informasi yang disebutkan di atas
ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan embriologi modern. Dari fakta
tersebut diatas jelas bahwa tidak terbukti bahwa teori tentang Nuftah
yang terdapat dalam Quran menjiplak hasil observasi Galen.
Usaha membandingkan istilah Alaqah dalam Quran dengan hasil obsrvasi
Galen untuk membuktikan bahwa Alaqah adalah jiplakan dari hasil
observasi Galen tahap kedua tentang embriologi (tahap kedua Galen :
pembentukan sistem pembuluhdarah janin dengan otak, hati dan jantung
yang masih benbentuk gumpalan darah)
Dr. Omar menjelaskan bahwa dalam
tahap ini (Alaqah), Quran tidak menjelaskan tentang bentuk ataupun
tentang ukuran jantung, otak, hati ataupun bentuk jaringan lainnya,
tetapi menyebutkan bahwa Alaqah adalah sesuatu yang menempel secara kuat
dan bentuknya seperti lintah atau sesuatu yang menempel pada permukaan.
Persamaan
yang mungkin ada adalah ketika Galen menjelaskan tentang darah dan
beberapa komentator menterjemahkan Alaqah sebagai gumpalan darah. Namun
ketika diuji, ternyata Alaqah bukan berarti darah.
Menurut Al-Qa’moos Al-Muhif dinyatakan bahwa Alaqah adalah darah
dalam bentuk normalnya yang secara ekstrem berwarna merah atau sesuatu
yang mengeras atau sesuatu yg berubah bentuk dari cairan menjadi padatan
karena pendinginan., sesuatu yang melekat (seperti tanah liat yang
melekat pada tangan)
Diskripsi yang sama tentang Alaqah juga terdapat
dalam Hans Wehr’s Dictionary of Arabic. Jadi yang dimaksudkan dengan
Alaqah menurut dua kamus tersebut diatas adalah sesuatu yang melekat
atau menggantung pada sesuatu. Pengertian Alaqah sama dengan darah
merujuk pada sifat darah (atau Dam dalam bahasa Arab) yang kental,
segera setelah mengering. Alaqah juga berarti Lumpur, merujuk pada
sifatnya yang khas yaitu “cepat mengeras” bila menempel pada tangan.
Alaqah bisa juga berarti rasa benci seumur hidup atau cinta, karena
emosi yang melekat pada jantung seseorang. Alaqah juga bisa berarti
lintah yang menyedot darah makhluk hidup yang ditempelinya.
Alaqah
juga bisa berarti bagian dari pohon yang mudah dijangkau oleh binatang,
karena dipohon itulah binatang tsb bertempat tinggal.
Dalam Quran disebutkan ”Dia menciptakan manusia dari ”Alaqah”, oleh
institusi pendidikan Islam ditafsirkan sebagai “gumpalan darah beku”,
ini bukan berarti bahwa “Alaqah sama dengan Gumpalan darah beku”, tetapi
mereka hanya mencari tafsir yang sesuai . Seiring dengan berkembangnya
ilmu pengetahuan, saat ini kita mengetahui bahwa “manusia tidak mungkin
tercipta dari gumpalan darah beku”, maka Alaqah yang ditafsirkan sebagai
“gumpalan darah beku” harus disesuaikan. Bila Al Quran diterjemahkan
dan dicetak tanpa menyertakan bahasa aslinya maka kaum muslimin tidak
punya pilihan selain menerima pengertian bahwa “Alaqah berarti gumpalan
darah beku”, artinya bahwa Al Quran tersebut mengandung kesalahan
ilmiah.
Namun kasus Al Quran sangat berbeda dengan kasus yang terjadi
dalam kitab-kitab suci lain yang diterjemahkan tanpa menyertakan bahasa
aslinya, sampai saat ini Al Quran dicetak dan diterjemahkan dengan
menyertakan bahasa aslinya!!!.
Argumentasi lain yang muncul adalah
Alaq yang terdapat dalam QS 96:2 terpaksa ditafsirkan sebagai
”gumpalan”, berlawanan dengan “seperti lintah yang menempel pada
sesuatu”, sebab kalimat Alaq pada QS 96:2 berasal dari bentuk tunggal
Alaqah. Namun argumentasi tersebut sangat tidak beralasan, bahkan
seseorang yang baru belajar bahasa arabpun tahu bahwa baik Alaqah dan
Alaq kedua-duanya dapat mempunyai arti yang sama. Pada kenyataannya
dalam Al Quran, perbedaan tafsir bisa terjadi pada kata-kata/kalimat
yang sama.
Namun penafsiran tersebut haruslah mengikuti hukum gramatika bahasa
arab yang sangat ketat, jadi sangat tidak mungkin untuk disisipkan
kata-kata yang “aneh-aneh“.
Usaha untuk membandingkan istilah Mudghah
dalam Al Quran terhadap hasil observasi Galen juga dilakukan dengan
dilandasi pengertian yang sangat dangkal tentang istilah Mudghah atau
kata-kata lain yang berhubungan dengannya seperti Khalaq dan Mokhalaqa
wa Ghair Mokhalaqa.[/i] Dalam Quran dan Hadis dijelaskan bahwa Mudghah
berarti segumpal daging yang kenyal, sebagian berbentuk dan sebagian
lainnya tak berbentuk, coba bandingkan dengan pernyataan Galen tentang
pembentukan tiga bagian utama yaitu bayangan hitam (silhouette),
cabang-cabang (twigs)/cabang-cabang anggota badan lainnya (limbs). Galen
juga menyatakan bahwa pada tahap itu tiga bagian utama tersebut
terlihat lebih jelas dibandingkan dengan bagian perut dan anggota badan
lainnya.
Galen juga tidak menerangkan tentang gumpalan daging yang kenyal atau
terminologi lain yang dapat dipakai untuk menjelaskan arti dari Khalaq
(tahap pembentukan awal, inisiasi), Mokhalaqa wa Ghair Mokhalaqa (tahap
diferensiasi dan bagian yang tak terdiferensiasi) atau fa (yang
mengindikasikan urutan kejadian yang sangat cepat). Dari analisa
perbandingan teks tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa apa yang
diterangkan oleh Galen tidak sama dengan apa diterangkan oleh Quran dan
Hadis.
Terminologi Al-Nash’ah (tahap perkembangan selanjutnya) yang
diterangkan dalam Al Quran juga dituduh menjiplak hasil observasi Galen.
Sekali lagi, ditemukan melalui investigasi yang lebih mendalam bahwa
tidak ada kesamaan teks atau bukti adanya penjiplakan tentang
terminology yang dijelaskan oleh Al Quran dengan hasil observasi Galen.
Pada tahap keempat atau tahap akhir pembentukan calon bayi, Galen
menerangkan tentang diferensiasi dan embrio yang berubah menjadi calon
bayi.
Al Quran memakai istilah Ansha’a yang berarti tahap inisiasi dan
penyebab terjadinya perkembangan. Lebih jauh lagi istilah Sawaak dan
Fadaak (yang berarti menggenapkan dan meluruskan), tetapi saat ini juga
ditemui istilah tersebut kamus Yunani. Jadi tuduhan terhadap Nabi
Muhammad saw bahwa beliau menjiplak ide bangsa Yunani adalah tidak masuk
akal, karena istilah tersebut baru muncul setelah istilah tersebut
dijelaskan oleh Al Quran.
Kesimpulan (Dr. Omar Abdul Rehman)
Setelah melakukan penelitian mendetil terhadap ide nenek moyang
bansgsa Yunani tentang embriologi, dan membandingkannya dengan Al Quran,
sangatlah jelas – meskipun – dibaca oleh orang awampun, bahwa
embriologi yang diterangkan oleh Aristoteles, Hippocrates dan Galen
sangat berbeda dengan apa yang telah diterangkan dalam Al Quran.
Fakta
menyebutkan bahwa terdapat banyak perbedaan yang sangat menyolok
tentang istilah-istilah yang disebutkan Al Quran bila dibandingkan
dengan istilah yang diterangkan oleh ketiga ilmuwan Yunani tersebut
diatas. Hal lain yang perlu dicamkan adalah Al Quran mempunyai gaya
bahasa yang unik. Bahasa Arab Al Quran sangat puitis dan ritmik, dimana
tidak akan kita temukan pada literatur Yunani yang membahas masalah
embriologi dalam bentuk yang sangat puitis.
Dari kesimpulan yang dikemukan oleh Dr. Omar dan difinisi tentang
penjiplakan menurut Webster Dictionary, bahwa embriologi yang
diterangkan dalam Al Quran merupakan hasil salinan (copy) secara utuh
dari hasil peneltian ilmuwan nenek moyang bangsa Yunani tidak terbukti
secara sah.
Tuduhan bahwa Nabi Muhammad saw menjiplak ide/hasil karya
nenek moyang bangsa Yunani tidak berdasarkan pada bukti yang kredibel
atau alasan yang akurat, tetapi hanyalah berdasarkan pada hasil analisa
yang bias dan subjektif, maka tuduhan tersebut harus ditolak.
Bagian 2
Tanggapan – Tentang Produksi sperma/Air mani
Pernyataan para misionaris tentang QS 86:6-7 adalah ayat yang salah
atau tidak valid secara ilmiah, dengan merujuk pada pernyataan
Hipokrates – seorang dokter berkebangsaan Yunani bahwa air mani
diproduksi dalam buah pelir. Selanjutnya mereka menyimpulkan bahwa
menurut QS 86:6-7 sperma/air mani diproduksi di dalam ginjal!!. Atas
ketidak akuratan ayat tersebut, maka ayat Al Quran yang menerangkan
tentang asal-usul air mani harus ditolak. Karena ada informasi dalam Al
Quran yang tertolak, maka Al Quran bukanlah wahyu dari Allah !!
Pernyataan
para missionaries yang menyebutkan bahwa air mani (sperma – red)
diproduksi di dalam buah pelir – merujuk pada hasil penemuan Hippocrates
adalah kesalahan yang sangat fatal !!!
Seperti telah dijelaskan
bahwa menurut Hippocrates : ”Sperma berasal (diproduksi) dari seluruh
tubuh dari pasangan orang tua, sperma lemah berasal dari bagian tubuh yg
lemah, sperma kuat berasal dari bagian tubuh yg kuat.”
QS 86:5-7
menyatakan :”Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia
diciptakan?. Dia diciptakan dari air yang terpancar, yangkeluar dari
tulang sulbi dan tulang dada”
Menurut ilmu ilmu kedokteran modern,
pada tahap pembentukan embrio, organ reproduksi pada janin laki-laki dan
perempuan yaitu testis dan ovarium pertumbuhannya dimulai dari suatu
tempat didekat ginjal, antara tulang belakang dan tulang
[color=blue]rusuk no 11 dan 12. Kemudian bergerak ke bawah, pertumbuhan
ovarium berhenti di pelvis (tulang panggul), sementara itu testis terus
bergerak kebawah sebelum janin keluar untuk mencapai scortum melalui
saluran inguinal (saluran perut bagian bawah).[/color]
Pada orang dewasa, organ reproduksi menerima pasokan darah dan saraf
(supply nerve dan blood) dari Abdominal Aorta, yaitu daerah antara
tulang belakang dan tulang rusuk.
Bahkan sistem drainase kelenjar
lymphatic (lymphe) dan pembuluh darah balik halus (venous return)
bermuara pada area yang sama. (sumber Encyclopaedia Britannica 2002)
Ilmu
pengetahuan modern telah membuktikan kebenaran informasi Al Quran QS
85:5-7, selanjutnya kita bandingkan dengan informasi dari Injil Kejadian
38:9-10 “yang menyampaikan kisah tentang seorang lelaki yang dibunuh
oleh Tuhan karena membiarkan benihnya tumpah ke tanah“
Mana yang memberikan informasi akurat tentang asal mula pertumbuhan
organ reproduksi pria maupun wanita??. Secara tegas orang yang berakal
sehat akan menyatakan bahwa QS 85:5-7 lah yang memberikan informasi
akurat tentang lokasi asal mula pertumbuhan organ reproduksi pria dan
wanita.
Sekali lagi terbukti bahwa ilmu pengetahuan modern telah
membuktikan keakuratan informasi tentang embriologi dalam Quran. Dari
penjelasan diatas, jelas terungkap bahwa tidak terbukti bahwa informasi
embriologi dalam Quran menjiplak hasil penemuan ilmuwan Yunani yang
telah ada sebelum Quran diturunkan.
Bagian 3
Tanggapan Tentang Penentuan Jenis Kelamin Bayi
Hingga beberapa
waktu yang lalu diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel
ibunya atau paling tidak jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel jantan
dan betina secara bersama-sama (lihat Teori Hipppocrates tentang
penentuan jenis kelamin bayi).
Tetapi embat belas abad yang lalu Al
Quran secara tegas menyatakan bahwa jenis kelamin bayi laki-laki atau
perempuan ditentukan dari air mani yang dipancarkan kedalam rahim,
seperti yang dijelaskan oleh QS An Najm 45-46 :“dan sesungguhnya Dia-lah
yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan dari air mani apabila
dipancarkan“.
Cabang ilmu genetika dan biologi molekuler yang sedang berkembang
telah secara ilmiah membenarkan kecermatan informasi yang telah
diterangkan dalam Al Quran. Kini difahami bahwa jenis kelamin ditentukan
oleh sel sperma yang berasal dari laki-laki, dan perempuan sama sekali
tidak mempunyai peranan dalam proses ini. Kromosom merupakan unsur utama
dalam penentuan jenis kelamin.
Dua dari empat pulu enam kromosom yang menetuntukan struktur seorang
manusia diketahui sebagai kromosom jenis kelamin, dua kromosom ini
dinamakan XY pada laki-laki dan XX pada wanita, karena bentuk-bentuk
kromosom itu mirip dengan huruf-huruf tersebut. Kromosom Y membawa gen
yang mengkode sifat laki-laki senagkan kromosom X membawa gen yang
mengkode sifat perempuan. Pembentukan seorang manusia baru berawal dari
kombinasi silang salah satu kromosom-kromosom ini yang berada dalam
laki-laki dan perempuan secara berpasangan. Pada perempuan kedua
komponen sel kelamin yang terbelah menjadi dua selama ovolasi membawa
kromosom X, sebaliknya sel kelamin laki-laki menghasilkan dua sperma
yang berbeda, satu menghasilkan kromosom X dan yang lainnya menghasilkan
kromosom Y.
Jika semua koromosom X dari perempuan bergabung semua
dengan sel sperma yang mengandung kromosom X, maka bayi tersebut
berjenis kelamin perempuan. Jika ia bergabung dengan sel sperma yang
mengandung kromosom Y, maka bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki
Dengan
kata lain jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh jenis kromosom
laki-laki yang bergabung dengan sel telur perempuan.. Tak satupun dari
hal ini diketahui hingga penemuan ilmu genetika abad dua puluh. Bahkan
dalam sejumlah masyarakat dipercaya bahwa jenis kelamin bayi ditentukan
oleh tubuh perempuan. Itulah mengapa para wanita dipersalahkan bila ia
melahirkan anak perempuan. Tiga belas abad sebelum gen manusia
ditemukan, Al Quran menyampaikan informasi yang menolak kepercayaan
takhayul ini dan menunjukkan bahwa penentuan jenis kelamin bukanlah dari
perempuan tetapi dari air mani laki-laki.
Maha suci Allah !!!!. Tentulah ini bukanlah suatu kebetulan, hal ini
sekali lagi membuktikan bahwa Al Quran adalah wahyu dari Allah swt,
Tuhan semesta alam. Adakah ayat-ayat bible yang menyampaikan informasi
seperti ayat Quran tersebut diatas?!
Bagian 4
Tanggapan Tentang Terbentuknya Jaringan
Dalam sebuah situs yang
secara terang-terangan insulting Islam disebutkan bahwa :”Quran
mengatakan bahwa gumpalan darah kemudian menjadi tulang dan kemudian
Tuhan membungkus tulang dengan daging (QS 23:13-14). Adalah suatu fakta
ilmiah bahwa jaringan terbentuk lebih dulu, dan tulang tumbuh sesaat
kemudian, dan terus bertambah kuat (dengan membangun kalsium)
bertahun-tahun setelah kelahiran. Oleh sebab itu, ini sudah jelas adalah
satu dari banyak ketidak cermatan ilmiah Al Quran”[/b]
Hingga akhir-akhir ini para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang
dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan karenanya sejak lama QS
23:13-14 dinyatakan bertentangan dengan ilmu pengetahuan, namun
penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan
teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Quran adalah benar
kata demi katanya. Penelitian ditingkat mikroskopis ini menunjukkan
bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti
yang digambarkan dalam ayat tersebut.
Pertama : jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras, kemudian
sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang
bergabung dan membungkus tulang-tulang ini. Peristiwa ini digambarkan
dalam terbitan ilmiah dengan kalimat berikut :”Dalam minggu ketujuh
rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang belulang mencapai
bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu
kedelapan otot-otot menempati posisinya disekeliling bentukan tulang”
(Moore,
Developing Human, cetakan ke 6, 1998)
Sekarang mari kita
bandingakan pernyataan More dalam “Developing Human” dengan apa yang
diterangkan Al Quran seperti penjelasan Dr. Omar Abdul Rehman dan Dr.
Keith Moore – seorang Dr ahli anatomi) sebagai berikut :
Nutfah (QS
Qiyaamah 37) “Bukankah ia dahulu berasal dari sel sperma dan air mani
yang dipancarkan”. (QS Mu’minun 13) “Kemudian kami simpan sel sperma dan
air mani itu kedalam tempat yang kokoh (rahim)”.
Alaqah (QS Qiyaamah
38) “Kemudian sperma dan air mani itu menjadi segumpal darah (berbentuk
seperti lintah)”. (QS Mu’minun 14) “Kemudian sperma dan air mani itu
Kamijadikan segumpal darah (berbentuk seperti lintah)”
Mudghah (QS
Infithaar 7) [/b][/i]“Allah yang telah menciptakan kamu lalu…..,[/i][/b]
(QS Qiyaamah 38) “Allah yang telah menciptakan kamu…,(QS Mu’minun 14)
“Kemudian kami jadikan segumpal darah itu (berbentuk seperti lintah)
kami jadikan segumpal daging (Mudghah)….
Izam (QS Infithaar 7)
“……..menyempurnakan kejadianmu, (QS Qiyaamah 38) “…Allah menciptakannya
dan menyempurnakannya“, (QS Mu’minun 14) “……dan segumpal daging
(Mudghah) itu kami jadikan tulang belulang(Izam)
Lahm (QS Infithaar
8) “……dan membentuk tubuhmu sesuai dengan yang Dia kehendaki, (QS
Qiyamaah 38) “….lalu Allah menyempurnakannya, (QS Mu’minun 14)
“….kemudian kami bungkus tulang belulang itu dengan daging (lahm : otot
daging)
Nash’ah (QS Infithaar 8) “….Dia menyusun tubuh-tubuhmu, (QS
Qiyamah 39) “ .. Allah menjadikannya sepasang laki-laki dan perempuan“,
(QS Mu’minun 14) “…Kami jadikan makhluk yang berbentuk lain…..
Pernyataan
More dalam Developing Human persis seperti tahapan [b]Izam dan Lahm[/b
seperi yang dijelaskan oleh Dr. Omar Abdul Rehman. Nah sekarang terbukti
siapa yang tidak cermat?!. seorang yang berakal sehat tentunya harus
lebih percaya terhadap hasil penelitian ilmiah bukan ?!
Refrerensi :
1. Encyclopaedia Britannica 2002
2. Al Quran DISBINTALAD 1990
3. Keajaiban Penciptaan Manusia – Harun Yahya 2003
4. Embryology and Human Creation between Quran & Science – Dr. Sharif Kaf Al-Ghazal, August 2004
5. Does the Qur’an Plagiarise Ancient Greek Embryology? A Review Presented by Dr. Omar Abdul Rehman
6.
A Scientist’s Interpretation of References to Embryology in the Qur’an,
Keith L. Moore, Phd., F.I.A.C, The Department of Anatomy, University of
Toronto, Canada, 1986
7. Developing Human, cetakan ke 6 1998 oleh
Moore, Keith L. Moore, Phd., F.I.A.C, The Department of Anatomy,
University of Toronto, Canada, 1986
Latest
Labels
- Al Qur'an (210)
- Allah (16)
- Debat (65)
- English (13)
- Hadist (51)
- Hukum (19)
- INFO DARI KAMI (4)
- Indonesian (4)
- Islam (35)
- Ketuhanan (2)
- Kristologi (52)
- Menjawab tuduhan (87)
- Muhammad saw (64)
- Muslimah (13)
- New (48)
- Penelitian Muslim (25)
- Penilitian Ilmiah (4)
- Perbandingan Agama (7)
- Sejarah (54)
- Tafsir (6)
- Tantangan Muslim (32)
- Tentang FFI (15)
- Tokoh Muslim (33)
- Tragedi Palestina (36)
- Yahudi (46)
- berita (34)
- berita mualaf (301)
- berita muslim (155)
- bible (103)
- buku (23)
- buku Dr. Maurice Bucaille (36)
- ebook (56)
- karya mualaf (3)
- kisah Rohani (12)
- refleksi (51)
- software (5)
- ustadz Menjawab (7)
Featured author
admin
PostsAdmin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam.
Slider[Style1]
Style2
Style3[OneLeft]
Style3[OneRight]
Style4
Style5[ImagesOnly]
Style6
Tagged with: Al Qur'an
Tentang admin
Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
Jaringan
- Popular Post
- Video
- Category
Popular Posts
-
Oleh Muhammad Rizky Para pembaca rahimakumullah Dalam catatan ini bukan niat untuk menghakimi TAPI saya ingin mengulas dan meluruskan...
-
Kenapa lukisan wajah asli Nabi Muhammad tidak ada? jawaban simple-nya: saat Nabi Muhammad SAW hidup, tidak ada seorang pun yang pern...
-
Oleh: KH Abdullah Gymnastiar Allah Maha Tahu apapun yang kita lakukan, tidak ada yang tersembunyi. Segala amal sangat ditentukan pada...
-
Oleh : Rizky Muhammad Penggugat Islam menulis : Islam lahir sekitar abad ke 7 masehi di tana arab (tahun 632 Masehi dst ) saudara saud...
-
Qs 17:36 وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـ...
