Latest
Labels
- Al Qur'an (210)
- Allah (16)
- Debat (65)
- English (13)
- Hadist (51)
- Hukum (19)
- INFO DARI KAMI (4)
- Indonesian (4)
- Islam (35)
- Ketuhanan (2)
- Kristologi (52)
- Menjawab tuduhan (87)
- Muhammad saw (64)
- Muslimah (13)
- New (48)
- Penelitian Muslim (25)
- Penilitian Ilmiah (4)
- Perbandingan Agama (7)
- Sejarah (54)
- Tafsir (6)
- Tantangan Muslim (32)
- Tentang FFI (15)
- Tokoh Muslim (33)
- Tragedi Palestina (36)
- Yahudi (46)
- berita (34)
- berita mualaf (301)
- berita muslim (155)
- bible (103)
- buku (23)
- buku Dr. Maurice Bucaille (36)
- ebook (56)
- karya mualaf (3)
- kisah Rohani (12)
- refleksi (51)
- software (5)
- ustadz Menjawab (7)
Featured author
admin
PostsAdmin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam.
Slider[Style1]
Style2
Style3[OneLeft]
Style3[OneRight]
Style4
Style5[ImagesOnly]
Style6
Diskusi Arda Chandra dan Esra Alfred Soru; Penebusan Dosa dan Keselamatan dalam ajaran Kristen (2)
Posted by: Arda Chandra Posted date: 04:04 / comment : 0 answer and ask to non moslem, Debat, Kristologi
Diskusi Arda Chandra dan Esra Alfred Soru; Penebusan Dosa dan Keselamatan dalam ajaran Kristen (1)
Posted by: Arda Chandra Posted date: 04:00 / comment : 4 answer and ask to non moslem, Debat, Kristologi
Hadiah Akhir Tahun Untuk Misionaris Penghujat Islam
Posted by: Unknown Posted date: 17:21 / comment : 23 Kristologi, Menjawab tuduhan, New
Dan Salah satu cara yang paling diminati para Misionaris Penghujat Islam adalah menyoroti kehidupan pribadi nabi terutama kehidupan rumah tangga nabi.
Pernikahan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dengan Siti Aisyah RA,Zainab dll adalah yang paling sering mereka jadikan senjata utama.
Disisi lain dalam kitab suci mereka, begitu sangat pentingnya membuat penjelasan dengan berbagai cara bahwa TOKOH utama dalam keyakinan mereka,yaitu Yesus adalah sosok yang memiliki keterkaitan erat dengan salah satu TOKOH lain,Yaitu Daud / David,dengan menempatkan bahwa ia sebagai keturunan yang sah. hingga perlu menjadi pembahasan yang pertama sebelum membahas masalah lain,yaitu perlu membahas tentang Silsilah Yesus.
Untuk meyakinkan bahwa Yesus adalah keturunan Sah Daud,salah satu Pengarang Injil Kanonik hingga perlu membuat "akrobat' dengan menyodorkan susunan generasi yang terdiri dari tiga susun dan tiap susun 14 generasi, semua itu agar cocok dengan numerologi Yahudi yang bisa dikaitkan dengan nama DAVID.
Demikian pula ketika Silsilah Yesus yang disampaikan oleh pengarang Injil Matius dan Pengarang Injil Lukas yang menyajikan data data yang tidak sama dan bertentangan, Para Misionaris 'berakrobat' mencari pembenaran dari Kitab Talmud ,yang menurut mereka Silsilah yang disajikan Pengarang Injil Lukas melalui jalur silsilah Maria
Siapapapun Misionaris Penghujat Islam tidak akan berani menyangkal akan kenabian DAUD / DAVID, karena di dalam Kisah Rasul 2:29-30 secara jelas dan tegas disebut bahwa ia adalah seorang nabi
2:29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
Demikian juga dalam Kitab Tanakh atau yang kini disebut Perjanjian lama orang kristen ,jelas disebut :
23:1 Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: 23:2 Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; 23:3 Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, 23:4 ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. 23:5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya? 23:6 Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan: 23:7 tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!"
Bagaimana dengan 'kehidupan pribadi Daud" yang tercatat didalam Bible?
1.Minimal memiliki 10 Gundik
| 20:3 | Sampailah
Daud ke istananya di Yerusalem, lalu raja mengambil kesepuluh gundik
yang ditinggalkannya untuk menunggui istana, kemudian dimasukkannya
mereka dalam sebuah rumah di bawah penjagaan. Ia memelihara mereka,
tetapi tidak dihampirinya. Mereka tetap terasing seperti janda sampai
hari mati mereka |
| 11:3 | Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu." |
| 11:4 | Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya. |
| 11:5 | Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung." |
| 11:6 | Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. |
| 11:7 | Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. |
| 11:8 | Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: "Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. |
| 11:9 | Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. |
| 11:10 | Diberitahukan kepada Daud, demikian: "Uria tidak pergi ke rumahnya." Lalu berkatalah Daud kepada Uria: "Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?" |
| 11:11 | Tetapi Uria berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!" |
| 11:12 | Kata Daud kepada Uria: "Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi." Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya |
| 11:13 | Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. |
| 11:14 | Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. |
| 11:15 | Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati." |
Berapakah umur Bathsheba ketika berselingkuh dengan David?
Menurut literature rabbinic, Sanhedrin 69b, Bathsheba cucu Ahitophel, baru berumur DELAPAN TAHUN DAN DELAPAN BULAN ketika ia melahirkan Solomon, bahkan sumber lain menyebutkan ia tidak lebih dari ENAM TAHUN.
Ini referensinya
http://www.come-and-hear.com/sanhedrin/sanhedrin_69.html
Dipersilahkan Hitung sendiri berapa umur Bathsheba ketika ia berselingkuh dengan David,
umur berapa ia kawin dengan Uriah.
Dan jangan kaget mbak menurut referensi diatas anak perempuan berumur tiga tahun dan satu hari bisa diperoleh dalam pernikahan dengan persetubuhan. (Sanhedrin 69a)
Jadi "HADIAH AKHIR TAHUN INI" untuk para misionaris penghujat Islam terutama para penghujat Rasulullah.
Jika kalian benar benar misionaris yang ingin 'bekerja dan berjuang' untuk pengajaran Yesus ,maka ingatlah pengajaran Yesus ini :
| 7:1 | "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. |
| 7:2 | Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. |
| 7:3 | Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? |
| 7:4 | Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. |
| 7:5 | Hai
orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan
melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata
saudaramu." Jika setelah anda sudah MENERIMA HADIAH AKHIR TAHUN , dan membaca secara keseluruhan isi hadiah ini tetapi anda masih saja mempersoalkan dan menghujat kehidupan pribadi Nabi Kami , Orang yang kami cintai , untuk dijadikan alasan menuduh Ia bukanlah nabi maka sesungguh ANDA TIDAK PANTAS DISEBUT SEBAGAI PENGIKUT YESUS, tetapi Anda lebih pantas disebut sebagai PENGIKUT IBLIS , yang terdorong oleh semangat kebencian dan kedengkian kepada Islam. |
Soegija,Van Lith dan Misi Kristen
Posted by: admin Posted date: 16:33 / comment : 0 Kristologi, Sejarah, Tantangan Muslim
Dalam bukunya, Menjadi Saksi Kristus di Tengah Masyarakat Majemuk, (Jakarta: Penerbit Obor, 2004, hal. 15), Franz Magnis-Suseno SJ, menulis: “Dengan kata lain, Gereja, kita, mempermaklumkan kabar gembira karena kabar itu menggembirakan, dan kabar-kabar yang menggembirakan harus disebarluaskan. Gereja mempermaklumkan Yesus dan beritanya tentang Allah karena Gereja percaya dan tahu bahwa mengenal Yesus, membiarkan diri ditawan oleh-Nya, mengikuti jejak-Nya, merupakan kebahagiaan terbesar yang dapat dialami seseorang.”
“Pertumbuhan penduduk di negara-negara Non-Kristen di Selatan dan di Timur terus menerus meningkatkan jumlah orang yang tetap tidak menyadari adanya Penebusan Kristus. Karena itu, kita perlu mengarahkan perhatian kita kepada wilayah-wilayah geografis itu dan lingkungan-lingkungan kebudayaan yang masih tetap tidak terpengaruh oleh Injil. Semua orang yang percaya akan Kristus hendaknya merasakan sebagai suatu bagian utuh dari iman mereka, suatu kepedulian rasuli untuk meneruskan cahaya dan kegembiraan ini kepada orang-orang lain. Kepedulian ini mesti menjadi seakan-akan suatu rasa lapar dan haus untuk memperkenalkan Tuhan, karena demikian maha-luaslah dunia non-Kristen itu.” (hal. 51).
Pun, KWI sudah menebitkan Imbauan Apostolik Paus Paulus VI tentang “Karya Pewartaan Injil di Jaman Modern, (Evagelii Nuntiandi)”, yang disampaikan Paus pada 8 Desember 1975. Dalam imbauan ini, Paus Paulus VI pun menekankan keharusan kaum Katolik untuk mengarahkan misinya, terutama kepada kaum bukan Kristen. Paus menyatakan:
“Pewartaan pertama juga ditujukan kepada bagian besar umat manusia yang memeluk agama-agama bukan Kristen. Gereja menghormati dan menghargai agama-agama non-Kristen sebab mereka merupakan ungkapan hidup dari jiwa kelompok besar umat manusia. agama-agama tadi mengandung gema usaha mencari Allah selama ribuan tahun, suatu usaha mencari yang tidak pernah lengkap tapi kerap kali dilakukan dengan ketulusan yang besar dan kelurusan hati… Kami mau menunjukkan, lebih-lebih pada zaman sekarang ini, bahwa baik penghormatan maupun penghargaan terhadap agama-agama tadi, demikian pula kompleksnya masalah-masalah yang muncul, bukan sebagai suatu alasan bagi Gereja untuk tidak mewartakan Yesus Kristus kepada orang-orang bukan Kristen. Sebaliknya Gereja berpendapat bahwa orang-orang tadi berhak mengetahui kekayaan misteri Kristus.” (Evangelii Nuntiandi, Jakarta: KWI, 2005, cetakan ke-24, hal. 44-45).
Banyak buku menjelaskan jenis dan bentuk-bentuk misi Katolik yang harus dilakukan. Salah satunya ditulis oleh Pdt. Widi Artanto, M.Th., melalui bukunya, Menjadi Gereja Misioner dalam Konteks Indonesia, (Yogya: Taman Pustaka Kristen, 2008). Buku ini merumuskan bentuk-bentuk implementasi misi Gereja di Indonesia, yakni: misi penciptaan, misi pembebasan, misi kehambaan, misi rekonsiliasi, dan misi kerajaan Allah.
*****
Tentu saja, sebagai tokoh Katolik, sosok dan kiprah Soegija tidak bisa terlepas dari tugas utamanya untuk menjalankan misi Katolik di Indonesia. Dalam bukunya, Katolik di Masa Revolusi Indonesia (Jakarta: PT Grasindo, 1999, hal. 40-41), Jan Bank menceritakan, bahwa Soegija – nama lengkapnya Albertus Soegijapranata -- lahir di Solo, 25 November 1896. Ia masuk agama Katolik saat belajar di sekolah guru di Muntilan yang didirikan oleh Pater Van Lith. Tahun 1919 ia dikirim ke Belanda dan tahun 1922 memasuki Ordo Yesuit. Di sana ia menjadi murid Rektor Willekens. Pada 15 Agustus 1931, Soegija ditahbiskan sebagai pastor oleh Uskup Van Roermond di Maastrict. Tahun 1933, Soegija kembali ke Indonesia dan pada 1934, ia diangkat menjadi kapelan (pastor pembantu) di Bintaran, sebuah kampung di Yogyakarta. Dua tahun kemudian, ia diangkat mejadi pastor. Tahun 1940, ia diangkat menjadi Uskup.
“Ada beberapa hal yang diutamakan Pastur van Lith: murid-murid Muntilan hidup dalam internaat-asrama supaya pendidikan sungguh-sungguh membina orang dewasa berkeribadian. Pastur sendiri kerap kali pergi ke Yogya, Solo, dan tempat-tempat lain untuk mencari murid: Kasimo dan Soegija adalah di antara murid-muridnya yang terkenal. Waktu masuk Muntilan, Soegija menyatakan dia ingin sekolah, tak mau jadi Katolik, tetapi pada tanggal 24 Desember 1909 Albertus Soegijapranata dibaptis.”
“Jika para misionaris ingin membawa orang non-Kristen kepada Kristus, mereka harus menemukan titik awal bagi penginjilan. Di dalam agama merekalah terletak hati dari orang-orang ini. Kalau para misionaris mengabaikan ini, mereka juga akan kehilangan titik temu untuk menawarkan kabar gembira dalam hati mereka. Di Pulau Jawa, khususnya, di mana penduduk yang paling maju dari seluruh kepulauan ini tinggal, mempelajari Hinduisme, Budhisme, Islam, dan budaya Jawa adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda. Agama-agama ini telah berkembang, tetapi agama asli tidak pernah tercabut dari hati orang-orang ini.” (Lihat buku “Van Lith, Pembuka Pendidikan Guru di Jawa, Sejarah 150 th Serikat Jesus di Indonesia” oleh Fl. Hasto Rosariyanto SJ, Yogya: Penerbit Universitas Sanata Dharma, 2009, hal. 151-152).
Untuk meminta dukungan pemerintah Belanda, Pastor van Lith harus pergi ke Bogor menemui Gubernur Jenderal van Idenburg. Kerja kerasnya berhasil, sehingga pada 11 Oktober 1911, Kweekschool-B di Muntilan menerima kunjungan resmi dari Gubernur Jenderal. Setahun kemudian, sekolah ini menerima status disamakan dari pemerintah Belanda. Buku “van Lith” menceritakan bahwa sekolah di Muntilan dan Mendut menjadi tujuan para pelajar dari berbagai daerah. Mereka dating denga satu hasrat: “mendapatkan pendidikan yang berkualitas agar nantinya memperoleh sebuah pekerjaan yang lebih baik.” (Ibid, hal. 162).
“Jumat lalu ada 53 siswa yang mengikuti ujian masuk, tetapi yang diterima hanya 28 karena kapasitasnya memang tidak bisa lebih dari 115 orang. Sampai sekarang para siswa ini datang sebagai Moslem dan hampir semua dari mereka di kemudian hari menjadi Katolik. Juga 28 siswa yang baru saja diterima itu sebagian besar masih Moslem.” (Ibid, hal. 162).
Pater van Lith memang sangat menekankan pentingnya misi Katolik melalui pendidikan. Bahkan, ia berpendapat, masa depan Gereja Katolik di Indonesia akan ditentukan oleh sumbangannya terhadap pendidikan pribumi. Kata van Lith: “Karya misi mana pun yang tidak mulai dengan atau yang tidak berakar pada pendidikan akan menemui kegagalan.” (Ibid, hal. 206).
sumber : insisnet.com
Tanggapan untuk Misionaris “Pemerkosa” Ayat Al Qur’an dan Hadist (bag 2)
Posted by: admin Posted date: 00:04 / comment : 0 Al Qur'an, Kristologi
Artikel ini dipostingkan diberbagi situs,Blog atau diforum diskusi oleh para misionaris, dari Judul yang dipilih :Keselamatan dalam Al-Quran dan Injil,
penulis artikel ingin mengajukan topik Perbandingan Konsep Keselamatan yang ditawarkan di dalam Al Qur’an dan Injil.
menurut Misionaris penulis artikel ia menyampaikan 6 langkah maka mari kita cermati isi artikel tersebut, satu persatu dari 6 langkaah tersebut:
ia menulis tentang Langkah pertama: Mencari Jalan Lurus
Jalan yang lurus jelas lebih baik bagi seorang pengendara dibanding jalan yang berliku. Demikian halnya dengan seseorang yang ingin diselamatkan. Dia perlu mencari jalan lurus itu. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).
Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” (Taurat, Mazmur 32:8)
Tanggapan Amor :
pertama,Kualitas pengetahuan misionaris pemerkosa
sebelum menanggapi ayat yang sedang diperbandingkan oleh “misionaris pemerkosa’ tersebut,adalah menanggapi hal yang krusial yaitu sejauh mana pengetahuannya tentang kitab suci mereka sendiri.
dan fakta yang terlihat dalam artikel tersebut menunjukan KESALAHAN FATAL yang BERLIPAT.
.1.Kesalahan Fatal tersebut adalah ketidak sesuai antara Judul artikel dengan isi artikel.judul artikel yang dipilih jelas jelas sedang memperbandingkan antara Al Qur’an dan INJIL tetapi fakta yang disodorkan .justru menyodorkan ayat Al Qur’an dan ayat dari Kitab Mazmur.
kalau kesalahan ini dilakukan oleh orang diluar Kristen atau Yahudi, bisa dimaklumi. bahkan kalau seandainya yang menyampaikan adalah orang awam yang tidak pernah mempelajari kitab suci mereka, masih dimaklumi. tetapi jika kesalahan ini dilakukan seorang ROHANIAWAN ,sungguh sangat memprihatinkan.
Karena bagi orang “MELEK” tentang Mazmur tidak mungkin menganggap itu merupakan bagian dari Injil,karena Kitab Mazmur tidaklah termasuk dari kitab Injil tetapi termasuk dari bagian KITAB TANAKH ,kitab suci agama yahudi yang diembat Kristen kemudian sekedar diganti label Perjanjian lama .
sehingga tidak pantas dmasukan dalam Artikel yang berjudul:Keselamatan dalam Al-Quran dan Injil.Kesalahan fatal semacam ini terdapat diseluruh bagian (6 langkah yang diajukan),yaitu mengajukan ayat ayat diluar Injil(baik Injil Kanonik maupun Apokripa) untuk mengulas perbandingan keselamatan dalam Al Qur’an dan Injil.
2.Penulis Artikel ataupun para pembelanya ,bisa jadi mereka berdalih kalau kesalahan fatalnya hanyalah pada Judul semata,maka menyebut Taurat Mazmur adalah kesalahan fatal.
Mazmur bukanlah bagian dari Kitab taurat baik dari perpekstif Yahudi dan Kristen ataupun perpekstif Muslim.
Taurat dari perpekstif Yahudi dan Kristen
Kitab Taurat (Ibrani: תּוֹרָה, Torah, “Instruksi”) adalah lima kitab pertama Tanakh/Alkitab Ibrani atau bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam bahasa Yunani kumpulan 5 kitab ini disebut Pentateukh (“lima wadah” atau “lima gulungan”). Taurat adalah bagian terpenting dari kanon/kitab suci orang Yahudi.
Kelima kitab dalam Taurat adalah:
- Kitab Kejadian, bahasa Latin: Genesis, bahasa Ibrani: beresyit (בראשית),
- Kitab Keluaran, bahasa Latin: Exodus, bahasa Ibrani syemot (שמות),
- Kitab Imamat, bahasa Latin: Leviticus, bahasa Ibrani wayyikra (ויקרא),
- Kitab Bilangan, bahasa Latin: Numerii, bahasa Ibrani bemidbar (במדבר) dan
- Kitab Ulangan, bahasa Latin: Deuteronomium, bahasa Ibrani debarim (דברים).
Kitab Mazmur
Kitab Mazmur adalah bagian dari Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang merupakan kumpulan mazmur, nyanyian dan doa untuk dipakai dalam ibadah. Kitab ini berisi 150 mazmur yang mayoritas adalah gubahan Daud. Para pakar berpendapat bahwa buku ini digubah oleh berbagai pujangga dalam waktu yang lama sekali, yaitu mulai zaman Musa sampai setelah orang Israel kembali dari pembuangan ke Babel. Nyanyian-nyanyian dan doa-doa ini dikumpulkan oleh orang Israel dan dipakai dalam ibadat mereka, lalu akhirnya dimasukkan ke dalam Alkitab[wikipedia]
Keduanya antara Taurat dan Mazmur adalah Kitab yang berbeda, walaupun keduanya merupakan bagian dari Perjanjian lama menurut Kristen atau Kitab TANAKH menurut Yahudi.
dan dalam pembagian dari Kitab TANAKH yang nama tersebut juga merupakan singkatan TAURAT,NEVIIM DAN KETUVIIM
dan Kitab Mazmur adalah bagian dari KETUVIIM bukan bagian dari TAURAT.
jadi bagian awal Artikel yang menunjukan dua kesalahan fatal ‘Misionaris Pemerkosa’ ,maka hal ini mengungkap bagaimana parah pengetahuannya tentang Kitab suci Kristen,padahal itu merupakan pengetahuan tingkat dasar.
kalau pengetahuan tentang kitab sucinya sendiri begitu parah.apalagi pengetahuannya terhadap kitab suci umat lain,yaitu kitab suci umat islam Al Qur’an.
kalau pengetahuan yang sedemikian parah dan payah,maka apa pantas ia mengajukan sebuah perbandingan kitab suci?
Kedua,Ilustrasi yang diajukan Misionaris Pemerkosa.
Misionaris Pemerkosa mengajukan Ilustrasi tentang langkah pertama yaitu “mencari jalan yang lurus” dengan mengajukan Ilustrasi :memperbandingkan Antara JALAN LURUS VS JALAN BERLIKU.
lagi lagi pemilihan Ilustrasi perbandingan jalan lurus dengan JALAN BERLIKU adalah Pilihan yang sangat TIDAK KITABIAH,karena dalam terjemahan bahasa indonesia Alkitab maupun Al Qur’an tidak ada istilah tentang “JALAN BERLIKU”
jadi ketidak jelian dalam memilih kata yang tepat dalam mengajukan ilustrasi yang tepat menunjukan kalau MISIONARIS penulis artikel tersebut sangat tidak menguasai topik yang ia ajukan.
diluar ketidakmampuannya memilih kata yang tepat terhadap ilustrasi tersebut,penulis menangkap isi pesan yang hendak ingin ia sampaikan,yaitu ingin memperbandingkan jalan keselamatan yang ditawarkan oleh Islam VS Jalan kesalamatan yang ditawarkan oleh Kristen.
kalau misionaris pemerkosa tersebut ingin menyampaikan pesan,bahwa Kelamatan dalam islam laksana jalan berliku dan keselamatan Kristen adalah jalan yang lurus.
pesan Misionaris tersebut mengingatkan terhadap apa yang penulis pernah postingkan dalam status di Facebook,pada tanggal 12 April 2012
Salah satu STRATEGI PENIPU atau PEMBOHONG untuk memudahkan mereka menjerat korban /mangsanya adalah dengan cara memberikan IMING IMING “SEDIKIT KERJA”,”CARA MUDAH” ,”TIDAK PERLU KERJA KERAS”dll MENDAPATKAN KEPUASAN/HADIAH yang MAKSIMAL yang tak terbataskan.ketiga,Ayat yang diajukan sebagai perbandingan
TAWARAN KESUKSESAN YANG MERUJUK PADA KENYATAAN
untuk Meraih Puncak Kesuksesan,Keberhasilan dibutuhkan banyak persyaratan.
tidak hanya Niat,tapi harus juga diperlukan ILMU YANG MEMADAI, Tidak Cuma Niat dan ILMU saja, tetapi JUGA DIBUTUHKAN KESUNGGUHAN HATI,KONSISTEN dan DISIPLIN (Istiqomah) dll.
BANDINGKAN
kalau kita bandingkan keduanya “KONSEP YANG DITAWARKAN PENIPU/PEMBOHONG” adalah SANGAT MENGGIURKAN,karena untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa TIDAK RIBET dan SANGAT MUDAH.
demikian juga dalam dogma agama baru sepupu,menawarkan hal yang sama,hanya dengan MODAL PERCAYA kalau “TOKOH UTAMA” MATI karena untuk MENEBUS DOSA dan UNTUK KESELAMATAN Umat manusia.
dan TAWARANNYA adalah KEPASTIAN AKAN KESELAMATAN
sedangkan dalam Islam banyak persyaratan untuk mendapatkan keselamatan harus Beriman,Beramal,Berilmu dan IKHLASH dan “InsyaAllah” mendapatkan keselamatan atau masuk Surga
melihat perbedaan ini maka kita ajak saudara saudara kita untuk merenungi secara seksama dengan menggunakan hati nurani dan Akal secara maksimal agar tidak tertipu yang membuatnya menyesal dikemudian hari.
mau pilih yang mana?
PENAWARAN yang BERISI PENIPUAN
DAN
MANA PENAWARAN yang BERISI PENCERAHAN.
saya berikan salah satu ANALOGI/ perumpamaan agar mudah dipahami.
YAITU TIPS AGAR MEMILIKI UANG BANYAK.
PENYESAT /Pembohong akan menawarkan Tips yang mudah,tidak ribet,praktis,waktunya singkat dalam meraih keinginannya.
maka tawarannya yang sering adalah dengan cara
1.”PESUGIHAN” percaya dan minta tolong pada ‘makhluk tertentu”, (makhluk tertentu tersebut bisa mencarikan uang atau menggandakan Uang)
2.”MERAMPAS MILIK ORANG LAIN”,Merampok,mencuri,Menipu dll
3.Menjual diri,menjual kehormatan dll
Bandingkan :
Tips dari Motivator jalan yang benar ,akan menawarakan TIPS yang BANYAK PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI.
Harus rajin belajar,rajin bekerja,Kreativ,pandai mengelola waktu dan kesempatan ,Hemat dll
Atau (tambahan jawaban dengan Analogi lain)
Tips agar bisa sukses sampai ke puncak,
untuk Bisa sampai ke puncak banyak persyaratan,yaitu :
memiliki keinginan,Tahu jalannya sampai puncak,punya kesungguhan hati,bekal yang harus memadai,konsisten berjalan sesuai pengetahuannya tentang jalan yang benar, hati hati dll==> Tujuan tercapai
Bandingkan
Tips mencelakai diri atau ingin merugikan diri sendiri,sangat mudah sekali dan sangat tidak ribet.
modalnya sedikit :punya keinginan,memiliki benda yang bisa untuk melukai atau membunuh,lakukan sedikit tindakan==>Tujuan tercapai
MAKA mana yang anda pilih?
kita perhatikan apa yang disampaikannya :
“Dia perlu mencari jalan lurus itu. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).
Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” (Taurat, Mazmur 32:8)”
Pada bagian ini MISIONARIS PEMERKOSA menambahkan Kata Allah untuk menjelaskan tentang kata Aku dalam ayat tersebut dengan menambahkan kata Allah.
kalau kita membaca Kitab Mazmur Pasal 32 secara keseluruhan :
32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
32:3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;
32:4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela
32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.
Sela 32:6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
32:7 Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.
Sela 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
32:9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.
32:10 Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia.
32:11 Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!
Setelah melihat Kitab Mazmur 32 secara utuh ,sangat Jelas bahwa pasal ini yang menyampaikan adalah DAUD. maka kata AKU lebih tepat untuk DAUD dibandingkan Untuk Allah
4.Menjelaskan KESELAMATAN menurut Al Qur’an Tidak Butuh dengan penjelasan Alkitab
pada bagian inilah yang merupakan bukti ‘pemerkosaan’ misionaris terhadap Al Qur’an. ketika Misionaris menyodorkan jawaban yang bersumber dari Alkitab,maka itu merupakan UPAYA PEMERKOSAAN terhadap Al Qur’an
PEMERKOSAAN yang dilakukan Misionaris dalam hal ini adalah setelah menempatkan Ayat Alqur’an sebagai posisi yang masih dalam lingkaran Problem, ia Melakukan PEMERKOSAAN dengan menjadikan Mazmur 32 sebagai Jawaban PROBLEM tersebut.
hal tersbeut bisa kita perhatikan pada “komentarnya’ terhadap Qs Al Fatihah 6,dengan komentar :”Dia perlu mencari jalan lurus itu.”
orang yang perlu mencari terlebih dahulu adalah untuk orang yang tidak tahu atau belum tahu,sedangkan Qs Al fatihah ayat 6 adalah tentang Pengajaran kepada Umat manusia , untuk MEMOHON PETUNJUK kepada SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA, Allah yang MAHA TAHU.
ayat ini adalah Pengajaran tentang kerendahan hati dan Pengajaran untuk Tahu Diri.
pengetahuan manusia adalah sangat terbatas,maka sangatlah Logis kalau Manusia memohon petunjuk kepada YANG PENGETAHUANNYA TAK TERBATAS.
Manusia memiliki Kelemahan lainnya yaitu bisa Khilaf ataupun Lupa,maka sangat Logis kalau Manusia memohon Petunjuk dan Bimbingan dari Yang Maha Kuasa dan Maha berkehendak.
dan petunjuk tentang Jalan yang Lurus, itu disampaikan lebih detail yaitu :
1.JALAN ORANG ORANG YANG TELAH DIANUGERAHI NIKMATJalan orang orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah.
2. BUKAN JALAN MEREKA YANG DIMURKAI ALLAH
3. BUKAN JALAN MEREKA YANG SESAT
sebagaimana yang ada dalam ayat lanjutannya yaitu Qs Al Fatihah 7
Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa hakekat jalan yang lurus itu akan diperoleh dengan cara mengenali kebenaran dan mengamalkannya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39). Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Dengan ucapan anda ‘Ihdinash shirathal mustaqim’ itu artinya anda telah meminta kepada Allah ta’ala ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 12).
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Maka orang yang diberi nikmat atas mereka yaitu orang yang berilmu sekaligus beramal. Adapun orang-orang yang dimurkai yaitu orang-orang yang berilmu namun tidak beramal. Sedangkan orang-orang yang tersesat ialah orang-orang yang beramal tanpa landasan ilmu.” (Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu, hal. 14). Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa penyebab orang terjerumus dalam kesesatan ialah rusaknya ilmu dan keyakinan. Sedangkan penyebab orang terjerumus dalam kemurkaan ialah rusaknya niat dan amalan (lihat al-Fawa’id, hal. 21)
Allah ta’ala berfirman memberitakan ucapan Nabi ‘Isa ‘alaihis salam (yang artinya), “Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatilah aku. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Ali Imran: 50-51, lihat juga QS. Az-Zukhruf: 63-64).
Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Inilah, yaitu penyembahan kepada Allah, ketakwaan kepada-Nya, serta ketaatan kepada rasul-Nya merupakan ‘jalan lurus’ yang mengantarkan kepada Allah dan menuju surga-Nya, adapun yang selain jalan itu maka itu adalah jalan-jalan yang menjerumuskan ke neraka.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 132). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Sesungguhnya kebenaran itu hanya satu, yaitu jalan Allah yang lurus, tiada jalan yang mengantarkan kepada-Nya selain jalan itu. Yaitu beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan apapun, dengan cara menjalankan syari’at yang ditetapkan-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dengan [landasan] hawa nafsu maupun bid’ah-bid’ah…” (at-Tafsir al-Qayyim, hal. 116-117)
Dalam surat Maryam, Allah ta’ala juga memberitakan ucapan Isa ‘alaihis salam tersebut (yang artinya), “Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Maryam: 36).
Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa makna ‘sembahlah Dia’ adalah: ikhlaskan ibadah kepada-Nya, bersungguh-sungguhlah dalam inabah (taubat dan semakin taat) kepada-Nya. Di dalam ungkapan ‘Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian maka sembahlah Dia’ terkandung penetapan tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah, serta berargumentasi dengan tauhid yang pertama (rububiyah) untuk mewajibkan tauhid yang kedua (uluhiyah) (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 493)
Bahkan, Allah sendiri telah menegaskan bahwa tauhid dan ketaatan kepada-Nya inilah jalan yang lurus itu, bukan penyembahan dan ketaatan kepada syaitan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bukankah Aku telah berpesan kepada kalian, wahai keturunan Adam; Janganlah kalian menyembah syaitan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Yasin: 60-61). Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa yang dimaksud ‘mentaati syaitan’ itu mencakup segala bentuk kekafiran dan kemaksiatan. Adapun jalan yang lurus itu adalah beribadah kepada Allah, taat kepada-Nya, dan mendurhakai syaitan (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 698)
Perlu diingat, bahwa ketaatan kepada Rasul pada hakekatnya merupakan ketaatan kepada Allah, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada rasul itu, sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. an-Nisaa’: 80). Ayat ini menunjukkan bahwa semua orang yang taat kepada Rasulullah dalam hal perintah dan larangannya sesungguhnya telah taat kepada Allah ta’ala. Karena rasul tidaklah memerintah dan melarang kecuali dengan perintah dari Allah, dengan syari’at dan wahyu dari-Nya. Sehingga hal ini menunjukkan ‘ishmah/keterpeliharaan diri Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Allah memerintahkan taat kepada beliau secara mutlak (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 189)
Jadi kalau Ayat Al Qur’an ditempatkan tidak menawarkan keselamatan yang jelas, dengan menganggap “MASIH PERLU DICARI” tentang jalan yang lurus ,jelas itu adalah UPAYA PEMERKOSAAN yang dilakukan oleh Misionaris terhadap Al Qur’an.
dan Mengenai hal ini ,Al Qur’an sudah memberikan Petunjuk yang jelas tentang jalan yang Lurus atau bagaimana mendapatkan keselamatan.
maka sebagai Penutup bagian pembahasan ini,penulis coba mengutip apa yang disampaikan Buya Hamka terkait Qs Al fatihah 6 :
maka sebagai Penutup bagian pembahasan ini,penulis coba mengutip apa yang disampaikan Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar terkait Qs Al fatihah 6 :
Untuk mencapai Ridho Alloh, maka Tuhan menunjukkan garis jalanNya yang harus ditempuh, lalu Allah mengutus Rasul-rasulNya membawa Syariat dan memimpin kepada manusia bagaimana menempuh jalan itu; Isi Al-Qur’an yang ini tersimpul dalam ayat “Ihdinas Shirothol Mustaqim”.
Kemudian itu al-Qur’ an berisi kabar yang menggembirakan bagi orang yang taat dan patuh, kebahagiaan di dunia dan syurga di akhirat yang di dalam istilah agama disebut wa’ad, ini telah terkandung di dalam ayat “Shirotholladzina an `amta `alaihim “, jalan yang telah Engkau beri nikmat atasnya. Kemudian al-Qur’an pun memberikan ancaman siksa dan azab bagi orang yang lengah dan lalai, kufur dan durhaka, yang disebut wa’id. Maka tersimpul pulalah kata al-Qur’an ini pada ujung surat tentang orang yang maghdhub, kena murka Tuhan, dan orang yang dhoollin, orang yang sesat. Demikian pula al-Qur’an menceritakan keadaan umat-umat yang telah terdahulu, yang telah binasa dan hancur karena dimurkai Tuhan, dan diceritakan juga kaum yang sesat dari jalan yang benar; itupun telah tersimpul di dalam kedua kalimat maghdhubi dan dhoollin itu.
Bersambung
Tulisan terkait:
Tanggapan untuk Misionaris “Pemerkosa” Ayat Al Qur’an dan Hadist
Jawaban untuk Misionaris Pencatut Qur'an dan Hadist
Kesalahan Memahami Makna YHWH
Posted by: admin Posted date: 12:55 / comment : 0 bible, Kristologi

Semoga DIA yang kepadaNya Yeshua ruku dan sujud di Getsemani meberikan Hidayah-Nya ke dalam relung hatimu.
Para pendeta kalian mengatakan bahwa MUSA menyembah YHWH dan bukan ALLAH, demikian mereka mengajarkan kepadamu. Maka inilah bantahan atas ucapan mereka.
Susunan huruf tetragrammaton YHWH tidak satu manusia ibranipun yang berani mengeja YHWH menjadi Yahweh ~ Yehovah ~ Yehuwa, dll. Mereka meyakini salah satu perintah Tuhan dalam ALKITAB YAHUDI adalah diharamkannya menyebut namaNya secara sembarangan (sumber Wikipedia).
Ulangan 5:7 dan Keluaran 20:7 menyatakan : Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan , sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Tetragrammaton YHWH adalah Nama Tuhan dalam literatur bangsa YAHUDI yang mana susunan huruf ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata (SHEM HA MEFORASH), UNUTTERABLE NAME, INEFFABLE NAME, dan karenanya tidak boleh dibaca atau diucapkan kesempatan yang tidak suci, seperti pembacaan dan doa. Hal inimembuat umat terdahulu membaca nama TUHAN dengan panggilan Adonai (My Lord, Tuanku, Sayyidina). Bentuk tertulis lain seperti dibaca Ha Shem (Sang Nama, The Name, Al-Asma’), digunakan karena alasan yang sama. Tidak boleh tidak mereka menulis nama YHWH kecuali menggantinya dengan ADONAY. Anda bisa melihat bukti bagaimana Shema Yisrael, kata YHWH dibaca oleh kaum Yahudi sebagai ADONAY.(Wikipedia Indonesia)
Dan ini tidak bermasalah ketika kaum YAHUDI menjaga BAHASA IBRANI KUNO sebagai bahasa percakapan mereka sehari-hari. Masalah datang ketika mereka diusir dari bumi Yerusalem pada tahun 70 M oleh Jenderal Titus Panglima Romawi. Kaum Yahudi terusir dari budaya dan kampung halaman. DIASPORA adalah nasib mereka. Menjalani kehidupan sebagai orang asing di antara bangsa-bangsa. Terjadilah mereka tercabut dari akar budaya YAHUDI KUNO. Bahasa dan budaya mereka mengalami akulturasi dengan budaya lain. Bahasa IBRANI mereka menjadi bahasa tulisan bagi mereka. Bahasa yang digunakan pada acara-acara pembacaan TORAH. Bukan bahasa sehari-hari. Maka wajar jika mereka SAMPAI hari ini tak tahu bagaimana mengucapkan HURUF YHWH.
Musibah datang ketika sekelompok Kristen Eropa memulai wacana NAMA TUHAN (Sumber Wikipedia). Secara spekulatif dan berani, tanpa ada kekhawatiran dan ketaatan kepada HUKUM TAURAT, mereka mengeja YHWH secara mentah-mentah sebagai JEHOVAH. Mereka menyebut JEHOVAH sebagai“The proper name of God in the Old Testament”. Mereka tidak menghiraukan kenyataan adanya prinsip bahasa Ibrani kuno yang disebut QEREL KATIB, yakni MEMBACA TEKS sesuai dengan MAKSUD PENULIS TEKS. Hal ini dilanggar oleh mereka dan melupakan fakta bahwa BAHASA IBRANI KUNO ditulis dengan HURUF GUNDUL tanpa TANDA BACA VOKAL MASORET (Sumber Wikipedia). Entah terjadi secara kebetulan atau ada faktor saling memepengaruhi, tanda baca MASORET muncul pada abad ke 7 s/d 11 (sumber Wikipedia) bersamaan dengan PEMAKAIAN TANDA BACA HAROKAT pada sistem PEMBACAAN ALQUR’AN dunia ISLAM. Maka sangat pasti “Yehova” ,”Yahweh” adalah sebuah vokalisasi tentatif terkaan semata (Sumber Wikipedia) dan bukan sebuah vokalisasi yang di dasarkan pada Qerel Kativ dimana YANG TERBACA dari TEKS adalah HARUS sesuai dengan kehendak YANG MENULIS TEKS. Inilah yang terluput oleh mereka yang memaksakan pembacaan YHWH sebagai YAHWEH dan karena itu timbullah KETIDAK SERAGAMAN dalam membaca huruf ini. Ada yang membaca YHWH sebagai Yehuwa, Yehova, Yehovah, Jehova, atau Jehovah.
KESIMPULANNYA
- Ada keterputusan RANTAI PENGUCAPAN turun temurun.
- Keterputusan SEJARAH IBRANI akibat HILANGNYA JATI DIRI AKIBAT DIASPORA 2000 tahun.
- Bahasa Ibrani sehari-hari yang ada digunakan sekarang di Israel adalah hasil dari usulan seorang Nasionalis pada awal abad ke 20, Eliezer ben Yehuda, yang mengusulkan penggunaan bahasa IBRANI SEPHARDIK sebagai bahasa Ibrani Modern.(Sumber klik Wikipedia).
- Huruf Ibrani hari ini bukanlah Huruf Ibrani 2000 tahun lalu, di mana gaya bacanya berbeda.
SOLUSINYA?
Yang paling baik untuk mengetahui bagaimana Yahudi Kuno dan Nasrani pengikut Yesus mengucapkan kata YHWH adalah dengan merujuk pada BUDAYA TERDEKAT, yaitu budaya di mana kaum Yahudi dan Nasrani awal banyak ditemukan selain di Bumi Syam. Budaya apakah itu? TIMUR TENGAH!
Sampai tahun 600 an Masehi dalam Tradisi YAHUDI dan KRISTEN TIMUR TENGAH TERCATAT dalam sejarah menyebut nama TUHAN sebagai ALLAH.
Tidak ada perdebatan antara YAHUDI TIMUR TENGAH yakni YAHUDI MIZRAHIM dan KRISTEN TIMUR TENGAH yakni KRISTEN ORTHODOX SYAM (SYRIA) dengan NABI kami tentang NAMA TUHAN. Mereka selalu merujuk nama TUHAN sebagai ALLAH.
YAHUDI dan NASRANI ARAB hanyalah kafir tidak percaya bahwa NABI kami adalah UTUSAN ALLAH. Tidak ada CATATAN HADITS yang menyebutkan YAHUDI dan NASRANI TIMUR TENGAH menolak NABI kami karena tidak menyembah TUHAN BERNAMA YAHWEH.
Nama Yahweh tidak dikenal dalam sejarah YAHUDI ARAB ataupun KRISTEN SYAM TIMUR TENGAH. Mereka hanya tidak PERCAYA beliau benar-benar utusan ALLAH. Mereka sama sekali tidak mendebat dan mempermasalahkan nama Yahweh. Mereka, pada era 14 abad yang lalu, tidak menyebut nama TUHAN kecuali ALLAH. Lalu, bagaimanakah mereka melafadzkan (mengucapkan) nama ALLAH? Persis seperti kami kaum muslimin melafadzkan nama ALLAH.
Ada kemiripin dengan Pengucapan AHWH ~ IHWH ~ YHWH.
Mengeja huruf YHWH menjadi Yahweh adalah KESALAHAN manusia MODERN memahami bacaan teks aksara KUNO. Dan KESALAHAN manusia MODERN memahami bahwa TEKS YHWH dibaca YAHWEH.
Seperti bangsa kita membaca DAHOELOE BERDJOANG tidak bisa anda baca dengan memakai EJAAN SEKARANG - EYD.
Huruf IBRANI adalah HURUF GUNDUL - tanpa Niqqod - Yakni tanpa Harokat, atau Tanda Baca Vokal, Vowel, dan TANPA SPASI. (Sumber Wikipedia).
Jika anda mengetik huruf SMS “bsk jgn lp ktm d rmhk” maka anda bangsa Indonesia akan membacanya “besok jangan lupa ketemu di rumahku”, karena anda sehari-hari menggunakan bahasa percakapan BAHASA INDONESIA. Akan tetapi apa yang terjadi dengan seorang Australia membaca huruf-huruf SMS diatas? Apalagi jika Australi ini hidup 100 tahun dari sekarang. Apalagi jika HURUF SMS itu TANPA SPASI seperti: ”bskjgnlpktmdrmhk”
Apalagi jika di zaman berikutnya bangsa Indonesia mempunyai EJAAN YANG LEBIH DISEMPURNAKAN LAGI - alias berbeda penulisannya dari sekarang!
Jadi, apa yang anda baca sekarang tidak bisa anda bawa gaya pengejaaannya ke zaman setelah sekarang. Contoh yang agak mirip tentang beda budaya beda tulisan dan pengucapan adalah seperti anda yang menamakan seorang yang bernama ARAMI ESHUA, dibaca ‘Iisa dalam bahasa ARAB (Seperti penulisan Moshe untuk pengucapan indonesia Musa) menjadi Nama Ibrani Yeshua, Ieshua, dan menjadi Nama Yunani Iesous, Yesus (Penambahan akhiran -ous pada budaya Yunani,seperti Yakob menjadi Yakobus..Paul menjadi Paulus.dll) dan terEropakan menjadi Jesus (Jerusalem dari Yerusakem, Ierusalayim, Jericho dari Yeriko, Jordania untuk pengucapan Yordania).
Nama yang berbeda untuk menyebut satu orang yang sama.
Bangsa Arab dari dahulu adalah bangsa yang terkenal kuat dalam tradisi lisan dan hafalan. Tidak ada suatu informasi yang datang baik berupa kabar maupun syair kecuali mereka dengar dan mereka hafalkan. Bisa di pahami karena kebanyakan bangsa ARAB Kuno tidak banyak memahami budaya BACA TULIS. Sebagai pengganti informasi turun temurun maka TEKS tidak menduduki tempat utama dalam Kehidupan Gurun mereka (Sumber: Situs Sejarah)
Pada akhirnya kita sampai pada kesimpulan: Insya ALLAH!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bacalah TETRAGRAMMATON YHWH dengan pengucapan ALLAH sebagaimana NASRANI TIMUR TENGAH dan YAHUDI TIMUR TENGAH membaca susunan huruf YHWH.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Wallahu a’lam bish shawab.
[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]
Inilah Beberapa Nubuat Alkitab yang Gagal (bagian 2)
Posted by: admin Posted date: 21:44 / comment : 0 bible, Kristologi
Jaringan
- Popular Post
- Video
- Category
Popular Posts
-
Oleh Muhammad Rizky Para pembaca rahimakumullah Dalam catatan ini bukan niat untuk menghakimi TAPI saya ingin mengulas dan meluruskan...
-
Kenapa lukisan wajah asli Nabi Muhammad tidak ada? jawaban simple-nya: saat Nabi Muhammad SAW hidup, tidak ada seorang pun yang pern...
-
Oleh: KH Abdullah Gymnastiar Allah Maha Tahu apapun yang kita lakukan, tidak ada yang tersembunyi. Segala amal sangat ditentukan pada...
-
Oleh : Rizky Muhammad Penggugat Islam menulis : Islam lahir sekitar abad ke 7 masehi di tana arab (tahun 632 Masehi dst ) saudara saud...
-
Qs 17:36 وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـ...


