Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Diskusi Arda Chandra dan Wawan Kardiyanto; Kewajiban memakai Jilbab..

Bermula dari status Wawan Kardiyanto yang memuat berita tentang Najwa Shihab yang tidak memakai jilbab, lalu dia menulis komentar : 

YANG JARANG DIPAHAMI SOAL HUKUM BERJILBAB Perintah berjilbab pada konteks ayat berjilbab diturunkan adalah berlatar-belakang memecahkan masalah krusial atas perlakuan amoral dan aniaya terhadap wanita merdeka yang disangka wanita budak. Sebab adab berpakaian antara wanita merdeka dan wanita budak pada saat itu belum dibedakan, maka ayat turun untuk menjamin keamanan wanita-wanita merdeka dengan berjilbab mereka mudah dikenal sehingga mereka aman. Sebaliknya justru budak muslimah diharamkan pada saat itu berjilbab..... Jadi, perintah berjilbab pada saat itu bukan soal akidah sama sekali...... Perintah berjilbab adalah pemecahan soal hubungan relasi sosial pada jaman itu, sama sekali bukan soal akidah dan ritual ibadah, dimana yang akhir-akhir ini di awal tahun 1990-an di Indonesia Jilbab di ideologikan dan kemudian disakralkan dalam legalisasi syariat Islam bagi golongan mainstreams tertentu.... hehehe..... 

http://www.islamjuara.com/2016/02/nazwa-shihab-inilah-alasan-nazwa-shihab.html 

Status tersebut kemudian dilengkapinya dengan tambahan beberapa komentar dan tulisan : 

Kalau jilbab itu wajib bagi muslimah, kenapa justru muslimah budak pada jaman nabi dan khulafaurasyiddin diharamkan.... piye jal? hehe... Kalau cuma baca dalil kuwi gampang kang hehehe... berpikir ijtihadi secara teks-konteks itu yang kebanyakan tidak dipahami umat Islam awam.... asal taklid aja... 

Diskusi Arda Chandra vs Putra Robben Nababan : Suami-istri Berhubungan Intim di Masjid



Ada topik yang lucu pada forum debat lintas agama dan kelihatannya disampaikan oleh non-Muslim dengan tujuan untuk menghina. namun saya melihat terdapat satu basis pemikiran yang sesat dari pihak yang mengajukan pertanyaan terkait soal hubungan seksual suami istri. Silahkan disimak diskusi berikut ini : 

Putra Robben Nababan : Pertanyaan buat Arda Chandra selaku anggota pengurus mesjid. Boleh enggak pasangan suami istri yang menikah dengan cara yang benar secara Islami berhubungan intim di mesjid ? kalau di surga boleh, berarti di mesjid.....???? 

Arda Chandra : Ini pertanyaan bagus. Mjsalnya ada marbot (penjaga masjid) yang tinggal dengan istrinya, apakah boleh melakukan hubungan suami istri di masjid..? Perlu dijelaskan bahwa biasanya bagi marbot disediakan ruangan untuk tempat tinggal DI LINGKUNGAN masjid yang terpisah dari ruangan masjid untuk melakukan shalat. Jadi tidak masalah kalau si marbot mau melakukan hubungan suami istri dikamar tempat dia tinggal. 

Kalau yang ditanyakan apakah boleh melakukan hubungan suami istri di ruangan tempat shalat, maka jawabannya tidak boleh, alasannya lebih kepada soal kesopanan karena itu ruangan terbuka umum. Hubungan suami istri bagi manusia berbeda dengan binatang yang bisa dilakukan ditempat terbuka. Kira-kira demikian jawabannya.. 

Putra Robben Nababan : Jadi, sebenarnya boleh berhubungan intim di mesjid bagi suami istri ya ? Hanya karena itu ruangan terbuka, makanya gak boleh. Begitu ? 

Arda Chandra : Saya tidak menemukan ada aturan yang melarang, misalnya kalau ada suatu fungsi bangunan sebagai masjid, namun dalam keadaan tertentu diluar waktu shalat berfungsi juga sebagai tempat tinggal yang dihuni suami istri. lalu mau dimana lagi mereka melakukan hubungan suami istri..? Tapi memang belum pernah ketemu kasus seperti itu. bangunan peruntukan buat masjid selalu khusus untuk masjid yang terbuka untuk umum, tidak difungsikan ganda sekaligus sebagai tempat tinggal.. 

Bincang-bincang Arda Chandra dan Syema Priskila : Soal Kepastian Masuk Surga Kristen




Tulisan ini hanyalah 'perbincangan ringan di sore hari', tidak berisi argumentasi yang penuh dengan referensi. Tujuan disampaikan agar bisa diambil manfaatnya oleh rekan-rekan Muslim bagaimana cara menjawab suatu 'sodoran' yang sering kita dapatkan dari umat Kristen, yaitu tentang ajaran mereka yang menyatakan 'pasti masuk surga'. Bahkan dalam beberapa diskusi saya menemukan pernyataan yang lebih 'bombastis' - 'sudah masuk surga', sekalipun kita sama-sama bisa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa yang berbicara masih menjalani hidup di dunia, bersusah-payah mencari nafkah, terserang penyakit, ketakutan akan mara bahaya, persis sama dengan mereka yang bukan menganut agama Kristen.

Tentu saja ketika kita membuka peluang untuk berbincang soal masuk surga, sebagai Muslim kita bisa memberikan masukan bagaimana yang terdapat dalam ajaran Islam. Namun melalui Al-Qur'an, Allah memberikan panduan jawaban yang 'menusuk ke relung hati' umat Kristen, ketika disampaikan kalimat : "Inginilah kematianmu...!!". Pernyataan ini sebenarnya tidak perlu dijawab karena alamatnya ditujukan kepada hati nurani. maka biarkanlah lawan anda tersebut merenungkannya, berbicara langsung kepada hatinya sendiri.

Saya melengkapi tulisan dengan video lagu dengan thema terkait yang saya dapatkan dari rekan saya JP Jones, namun terus-terang saya tidak begitu paham artinya secara keseluruhan karena kelihatannya berbahasa American English. Bagi anda yang mengerti bisa menyampaikan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dan untuk itu saya mengucapkan terima kasih sebelumnya.

Ini bincang-bincangnya :

Syema Priskila : Salam.. Teman muslim saya bilang, dia lebih baik masuk neraka asalkan tetap islam, daripada percaya Yesus adalah Juruselamat... Padahal TUHAN sendiri berkata kalau kita percaya kepada Yesus kita pasti diselamatkan dan masuk surga..... Kenapa dia tidak mau?? Saya ingat ayat Alkitab yaitu Yoh 8 : 44-45 dan Yoh 3 : 20. 

Arda Chandra : Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka INGINILAH KEMATIAN (MU), jika kamu memang benar. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. (Al-Baqarah 94-95) 

Syema Priskila : Dipikiran muslim taunya cuma nyembah2 doang... Kalau ada perintah nyuruh nyembah maka Tuhanlah ia. Padahal iblis pun sangat terlalu suka memerintahkan manusia agar menyembah dirinya. 

Syema Priskila : Orang yang percaya dan menerima Yesus pasti selamat, siapapun dia dan agama apapun dia.... Berbeda dengan Islam yang mengklaim bahwa hanya beragama islam yang akan masuk surga.. Dalam keimanan Kristinani... Agama itu tidak menyelamatkan. 

Arda Chandra : Kristen berlagak surga sudah dijamin, tapi tidak mau segera mati untuk mendapatkannya dan masih memilih untuk meneruskan hidup di dunia dengan penuh cobaan dan kesengsaraannya. Buktikan saja dulu bahwa anda memang yakin pasti masuk surga dengan membiarkan diri dimakan penyakit tidak usah ke dokter, mau masuk surga dengan segera koq menghindar..? 

Syema Priskila : Dalam islam saya tau bahwa jaminan surga pasti jikalau seseorang mau rela terbunuh dan membunuh demi Allah swt... Makanya banyak pelaku bom bunuh diri. Sedangkan pengikut Kristus, tidak diperkenankan mati konyol demi surga.... 

Arda Chandra : Hayo buruan masuk surga, segera menjemput kematian, tidak usah banyak alasan mikirin Islam segala. Kalau nanti sudah masuk jangan lupa kirim khabar.. 

Arda Chandra : Allah mengerti betul bagaimana rapuhnya keimanan Kristen soal jaminan masuk surga ini makanya Dia yang Maha tahu isi hati orang menyampaikan tantangan-Nya : 

Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka INGINILAH KEMATIAN (MU), jika kamu memang benar. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. (Al-Baqarah 94-95) 

Ini bukan dari saya atau dari nabi Muhammad tapi dari Allah, satu-satunya Tuhan tempat kita kembali kelak.. 

Syema Priskila : Saya kira ayat ini adalah bumerang bagi kamu bro, karena siapakah yang menganggap bahwa hany agamanya yang akan masuk surga selain islam?? Sedangkan Alkitab mencatat "supaya setiap orang yang percaya tidak binasa" artinya mau islam, hindu, budha, Kristen akan selamat jika percaya kepada Yesus Kristus. 

Arda Chandra : Iya, anda khan sudah percaya, buruan sana mengharapkan kematian segera, koq masih betah di dunia yang penuh penderitaan dan cobaan ini..? harus banting tulang cari nafkah, diancam bahaya, bencana alam, dll. Di surga khan aman sentosa..? Koq tidak anda buktikan pernyataan anda tersebut, nanti kalau sudah mati dan sudah sampai disana jangan lupa kirim khabar supaya saya bisa ikut.. 

Syema Priskila : Mengharapkan kematian?? inilah salah satu siasat iblis bahwa orang yang bersegera bom bunuh diri dijamin surga. Percayakah muslim? 

Arda Chandra : Tidak usah mikirin umat Islam, status anda khan mengajak orang untuk percaya kepada Yesus supaya pasti masuk surga. Anda buktikan dahulu, baru yang lain ikut. Ayo buruan mati dan kalau sudah sampai di surga cepat kirim khabar supaya yang lain ikut. Mati demi membuktikan keimanan bukan mati konyol toh,.. Makanya dari dulu saya bilang jangan ada yang percaya kalau Kristen menjual kepastian masuk surga, lha mereka sendiri menghindar supaya cepat masuk surga koq.., 

Arda Chandra : Ini datang dari Allah, Tuhan tempat anda kembali kelak , suka atau tidak suka : 

Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka INGINILAH KEMATIAN (MU), jika kamu memang benar. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. (Al-Baqarah 94-95) 

Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (Faathir: 38) 

Arda Chandra : Makanya saya dari dulu tidak percaya kalau ada Kristen yang menawarkan kepastian masuk surga, lha mereka sendiri pada menghindar koq. Kalau saya sendiri yakin pasti masuk surga, sekarang juga saya bakalan bunuh diri, bukan karena putus asa tapi DEMI MEMBUKTIKAN KEYAKINAN SAYA, itulah keimanan yang setinggi-tingginya.. Makanya buang jauh-jauh jualan kepastian masuk surga, karena anda sendiri tidak meyakininya. 

Arda Chandra : Waduh..jangan-jangan si Syema Priskila benar-benar lagi mau bunuh diri nih... 

Syema Priskila : Tetap islam tapi masuk neraka untuk apa?? 

Arda Chandra : Waaah..masih mengurusin Islam, kalau ajaran Islam memang tidak memberikan iming-iming pasti masuk surga, tapi sebaliknya juga bukan dikatakan pasti masuk neraka. Jadi kami cuma berusaha sekuat tenaga selama hidup untuk selalu mengikuti perintah dan larangan dari Allah.

Sekarang ini anda yang menawarkan kepastian surga dalam status anda diatas, jadi silahkan buktikan supaya kami bisa yakin juga seperti anda. kalau anda tidak segera membuktikannya dan malah melakukan hal yang sebaliknya, berusaha untuk segera masuk surga. lalu bagaimana kami bisa percaya dengan jualan anda ? 

Arda Chandra : Sudah mau maghrib, saya cabut dulu dan kalau tidak ada argumentasi yang baru, saya sudahi saja diskusinya, silahkan kalau mau dilanjutkan dengan yang lain 

Syema Priskila : Berusaha sekuat tenaga! Yah memang itulah yang muslim yakini, bahwa kesurga itu adalah "usaha" maka dari itu muslim tidak akan ada satupun yang dapat yakin karena memang "usaha". 

(Catatan : Saya menyudahi diskusinya dan memutuskan untuk tidak melanjutkan, karena lawan diskusi malah sibuk mempermasalahkan soal ajaran Islam, bukannya malah berusaha untuk membuktikan ajaran kepastian masuk surganya)

Diskusi Arda Chandra dan Esra Alfred Soru; Penebusan Dosa dan Keselamatan dalam ajaran Kristen (3)


Arda Chandra :

Terima kasih pak Esra Alfred Soru, Soal rumusan dosa dan perbuatan baik sudah cukup lengkap saya terima penjelasannya..

Dari penjelasan anda diatas bisa saya rumuskan beberapa hal :

1. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka keimanan yang ada dalam dirinya tidak pernah akan hilang lagi sampai kapanpun sekalipun dia berbuat dosa.
2. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka hidup mereka selanjutnya akan dibimbing roh kudus, sekalipun melakukan dosa namun itu muncul karena kelemahan mereka sebagai manusia bukan karena tidak beriman.

Seseorang menjadi Kristen biasanya melalui 2 hal : (1) Kristen sejak lahir (2) merupakan konversi dari pemeluk agama lain, namun saya lihat dari penjelasan anda, mulainya orang tersebut dikatakan menjadi Kristen yang benar-benar adalah ketika dia menyatakan diri percaya kepada penebusan yang dilakukan Yesus.

Pertanyaannya :
1. Bagaimana proses dan tanda-tandanya orang tersebut baru dikatakan sebagai orang yang percaya..?
2. Bisa terjadi bahwa orang yang sudah percaya ternyata kembali menjadi tidak beriman, kira-kira apa yang terjadi pada orang tersebut..??

Esra Alfred Soru :

[[[[Dari penjelasan anda diatas bisa saya rumuskan beberapa hal :
1. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka keimanan yang ada dalam dirinya tidak pernah akan hilang lagi sampai kapanpun sekalipun dia berbuat dosa.]]]]

Esra : ya juga betul tetapi kalau sesuai konteks pembahasan kita, lebih tepatnya keselamatannya tidak bisa hilang sekalipun dia berbuat dosa. Karena untuk dosa2 itu juga penebusan sudah berlaku.
=====

[[[[2. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka hidup mereka selanjutnya akan dibimbing roh kudus, sekalipun melakukan dosa namun itu muncul karena kelemahan mereka sebagai manusia bukan karena tidak beriman.]]]]

Esra : Ya benar! Dan itu terlihat dari sikapnya terhadap dosa. Ia sebenarnya membenci dosa, tetapi kelemahannya membuat ia melakukan dosa itu. Dan itu membuat ia tidak tenang. Jadi dia justru menderita konflik di dalam batinnya terkait dosa2 yang dibuat ketimbang menikmatinya.
=====

Diskusi Arda Chandra dan Esra Alfred Soru; Penebusan Dosa dan Keselamatan dalam ajaran Kristen (2)


Arda Chandra :

Saya menangkap penjelasan anda pak Esra Alfred Soru. Apakah ada ayat alkitab yang mencatat bentuk suatu perbuatan baik yang harus dijalankan orang yang percaya..? sama halnya dengan bentuk perbuatan jahat seperti : membunuh, berzina yang jelas dinyatakan larangannya dalam alkitab.

Adakah misalnya : bersikap dermawan, sedekah, menolong orang, dll..

Esra Alfred Soru :

Ada banyak. Misalnya

Saling menolong :
Galatia 6:2 : Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Sabar / Mengampuni :
Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Dan masih banyak perbuatan baik lainnya :

Rom 12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;
12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. 12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! 12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Arda Chandra :

Termasuk :
Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu..
1 Petrus 1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

Esra Alfred Soru :

Ya!

Diskusi Arda Chandra dan Esra Alfred Soru; Penebusan Dosa dan Keselamatan dalam ajaran Kristen (1)


Arda Chandra :

Pertanyaan buat Kristen dan sampai sekarang tidak pernah bisa dijawab : Kalau Kristen menyatakan percaya dan sudah ditebus dosanya, apakah ini memastikan bahwa si Kristen tersebut akan mati dengan tidak membawa dosa..?
Siapa Kristen yang bisa memastikan bagaimana caranya dia akan mati kelak..??
Apakah si juru selamat Kristen bisa menjamin bahwa mereka tidak mati dalam keadaan membawa dosa..??

Esra Alfred Soru :

[[[[Pertanyaan buat Kristen dan sampai sekarang tidak pernah bisa dijawab :]]]]

Esra : saya kira bukan tak pernah bisa dijawab. Persoalannya adalah apakah anda mau terima jawaban itu atau tidak?
=====

[[[[Kalau Kristen menyatakan percaya dan sudah ditebus dosanya, apakah ini memastikan bahwa si Kristen tersebut akan mati dengan tidak membawa dosa..?]]]]

Esra : Tidak!
=====

[[[[Siapa Kristen yang bisa memastikan bagaimana caranya dia akan mati kelak..??]]]]

Esra : Tidak ada!
====

[[[[Apakah si juru selamat Kristen bisa menjamin bahwa mereka tidak mati dalam keadaan membawa dosa..??]]]]

Esra : Tidak juga! Selama di dunia ini bahkan kita tidak terlepas dari dosa. Tetapi penebusan dosa yang dilakukan Yesus sudah tercakup di dalamnya dosa2 ke depan yang akan dibuat seseorang selama hidupnya. Itulah sebabnya ketika di atas salib dia berkata “SUDAH SELESAI”.
Korban penebusan yang dia berikan untuk semua dosa dari orang yang ditebus itu sehingga sekalipun orang itu tetap berdosa, dosa itu tak akan pernah bisa bawa dia ke neraka. Itu pun sudah ditebus.

1 Yoh 2:1-2 : Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita,

Jadi pertanyaan anda sudah terjawab bukan? Sekarang tinggal soal anda mau terima atau tidak. Tidak pun no problem, itu kan kepercayan Kristen! Tak ada yang memaksa anda mengakuinya.

Apakah budak wanita boleh digauli tanpa dinikahi..?

Berita : 

New York, 4/3 (ANTARA) - Pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid yang menyatakan adanya TKW di negara-negara Arab yang diperlakukan sebagai "amataun" atau budak yang bisa diperlakukan apa saja, dianggap keliru oleh seorang tokoh Islam di New York. 

M. Syamsi Ali, seorang anggota Majelis Suro Muslim Kota New York, yang menanggapi pernyataan Gus Dur mengenai persoalan TKW di negara-negara Arab, mengatakan kekeliruan pertama adalah Gus Dur masih melihat bahwa Islam membenarkan menggauli budak tanpa akad nikah. Sehingga orang-orang Saudi menggauli pembantunya, karena mereka menilai TKW itu adalah budak mereka. 

Dalam Al Qur'an, kata budak perempuan diistilahkan "amataun". Misalnya firman Allah dalam Al Baqarrah ayat 221: "Dan Budak perempuan itu lebih baik bagimu dari seorang musyrik kendati ia mena'jubkan bagimu". "Kata amataun inilah yang masih bermakna budak perempuan. Dalam ayat di atas Allah memberitahukan kepada orang-orang beriman, jika ingin kawin maka carilah pasangan yang beriman, kendati ia adalah seorang budak," ujar Syamsi yang juga Anggota Dewan Pengurus Muslim Foundation of America, Inc.  

Namun jika budak itu disebutkan dalam konteks "pergaulan suami-isteri" dan menyangkut masalah seksual, ia tidak lagi disebut "amataun", melainkan "milkul yamiin" (milik tangan kanan), yang dapat diartikan dimiliki secara sah. Penyebutan milkul yamiin selama ini secara tradisional disebut sebagai "hamba perempuan". Padahal, penafsiran ini, katanya, sangat bertentangan dengan ruh Islam, yang menghapuskan segala bentuk perbudakan dan menghalalkan hubungan seksual hanya dengan melalui proses akad nikah. 

Dengan demikian, pengertian milkul yamiin tidak bisa lagi diartikan sebagai budak perempuan, melainkan perempuan yang dimiliki secara sah karena sudah dinikahi, sekaligus diartikan sebagai bekas budak wanita yang kini telah bebas dengan pernikahan tersebut. "Sebab dengan dinikahi, berarti wanita tersebut telah terbebas dari perbudakan," ujar lulusan salah satu universitas Islam di Pakistan itu. 

Contohnya adalah Ibrahim yang menikahi Siti Hajar, seorang budak wanita yang merupakan pemberian seorang raja kepadanya. Dengan dinikahinya, Siti Hajar tidak lagi disebut sebagai budaknya melainkan isterinya. Masalah ini sampai sekarang tidak mau diakui oleh orang-orang yahudi, sehingga bagi mereka orang-orang Arab adalah keturunan budak (Ismail). 

Dengan demikian, lanjutnya, Islam tidak pernah membolehkan penganutnya menggauli budak tanpa nikah. Melainkan jika ingin menggaulinya, nikahi sehingga berupa status dari "amataun" (budak perempuan) menjadi "Milkul Yamiin" (dimiliki secara sah) sebagai isteri. Pengertian ini sekaligus menguatkan komitmen Islam untuk menghapus berbagai bentuk perbudakan di atas bumi ini. 

Imam Abu Hanifah Menjawab Tantangan Ilmuwan Atheis

Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi. Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.

Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : “Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan”. Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda. Abu Hanifah berkata, “sekarang apa yang akan kita perdebatkan! “.

Ilmuwan ATHEIS itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :

Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan?

Abu Hanifah

: Allah berfirman “Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan”.

Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya? , pada tahun berapa Dia ada?

Abu Hanifah: Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.

Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan!

Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?

Atheis : Ya.

Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?

Atheis : Tidak ada angka (nol).

Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?

Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya. 

Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju? 

 Atheis : Ya, sudah tentu. 

 Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang? Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian. Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta’ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan! 

Atheis : Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas? 

Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal? 

Atheis : Ya, pernah. 

Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu? 

 Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.

 Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana? 

 Atheis : Ya, masih ada. 

 Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas? 

Atheis : Entahlah, kami tidak tahu. 

Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta’ala?!! 

Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah? 

 Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap? Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru. Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta’ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi. 

Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?

 Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya. 

Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar? 

Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia. 

 Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan? 

Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang. 

 Atheis : “Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?” 

Abu Hanifah : “Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan”, pinta Abu Hanifah. 

 Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas. 

Abu Hanifah : “Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?”. Ilmuwan kafir mengangguk. 

Abu Hanifah: “Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu”. Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah. *Salah satu tugas agama ialah memelihara akal.* *Memelihara akal ialah dengan jalan menambah ilmu melatih diri berfikir & merenungkannya. *